KLIKFLOBAMORA.COM – Sederet cerita indah telah ditoreh kesebelasan Persebata Lembata, wakil Nusa Tenggara Timur, sepanjang kiprahnya di Liga 4 Nasional. Perjalanan panjang yang melelahkan itu harus berakhir di tangan anak-anak Ibu Kota, Persitara Jakarta Utara.
Para Lamafa muda Persebata Lembata harus mengubur mimpinya mengecap gemerlap laga final. Mereka harus merelakan tempat di final untuk wakil Bengkulu, Tri Brata, dan pulang ke Nusa Flobamorata dengan kepala tegak.
Sekembalinya Persebata Lembata dari Liga 4 Nasional ini, membawa pesan baik untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, satu-satunya stadion yang layak dijadikan sebagai home base berstandar nasional akan direnovasi.
Adalah Stadion Oepoi Kupang, satu-satunya stadion yang paling layak digunakan untuk ajang sepak bola berstandar nasional di NTT, akan direnovasi oleh Pemerintah Provinsi dalam waktu dekat, agar masyarakat Nusa Tenggara Timur bisa merasakan atmosfer sepak bola nasional di rumahnya sendiri.
Persebata Lembata akan menjadi klub sepak bola NTT pertama dalam sejarah, memainkan laga profesional di rumahnya sendiri, di Stadion kebanggaan seluruh masyarakat NTT, Oepoi Kupang. Stadion Oepoi akan di-upgrade menjadi berstandar nasional demi Persebata Lembata dalam waktu dekat, dan Pekan Olahraga Nasional tahun 2028 nanti.

Pernyataan ini diutarakan Gubernur Nusa Tenggara Timur secara terbuka saat menjamu makan malam Tim Persebata Lembata di Rujab Gubernur NTT, Senin 26/5/2025 malam, di hadapan Pengurus Asprov PSSI NTT, Wakil Gubernur, Ketua DPRD NTT, para Staf Ahli, dan jajaran Forkopimda.
“Stadion Oepoi dalam waktu dekat akan dibenahi. Pembenahan ini berkaitan dengan Tim Persebata yang akan menjadikan Stadion Oepoi sebagai Home Base– nya. Saya sudah bicarakan ke menteri. Jadi nanti kita tingkatan kapasitas stadion menjadi sekitar 25.000,” ujar Melki Laka Lena.
Melki Laka Lena mengatakan, pembenahan ini juga berkaitan dengan persiapan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyongsong PON 2028 yang akan diselenggarakan di Provinsi NTT dan Provinsi NTB.
“Nanti 2028, NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah PON. Saat ini saya sedang berjuang keras agar pembukaan PON nanti harus dilangsungkan di NTT, di Stadion Oepoi Kupang,” lanjut Melki lagi.
Berkaitan dengan Persebata Lembata, Melki mengizinkan Stadion Oepoi digunakan oleh Persebata sebagai kandangnya. Menurutnya itu merupakan sesuatu yang wajar, mengingat animo sepak bola suporter Persebata Lembata secara khusus, dan seluruh masyarakat NTT pada umumnya.
Melki mengenang, dia bisa merasakan ‘kegilaan’ masyarakat NTT terhadap olahraga sepak bola pada umumnya, lebih khusus lagi masyarakat Lembata, ketika menonton secara langsung partai penutup Persebata di Babak 16 Besar Liga 4 Nasional.
“Waktu saya nonton Persebata di Babak 16 Besar, luar biasa semangat para suporter Persebata ini. Mereka tidak bisa masuk ke dalam stadion karena hanya 20 orang yang diizinkan, tetapi di luar stadion ada banyak sekali suporter Persebata. Mereka meneriakkan baleo baleo dari luar stadion. Luar bisa sekali,”
Selain itu Melki juga merasakan betapa ‘gilanya’ suporter Persebata Lembata, yang datang menyaksikan tim kesayangannya di berlaga di ETMC 2024/2025, khususnya di partai final ketika berjumpa BTA Atambua.
“Waktu itu BTA yang juara. Persebata kalah. Tetapi yang memenuhi jalanan di Kota Kupang adalah para suporter Persebata Lembata. Luar biasa sekali. Yang juara BTA tapi yang pawai keliling Kupang Lombelen Mania,” puji Melki.
Lebih lanjut Melki mengatakan bahwa ini bukti sepak bola di NTT sedang bangkit. Sepak bola NTT sudah bisa bersaing dengan tim-tim di luar NTT, sehingga pemerintah harus terus mendukung dengan segala cara agar kedepannya klub-klub profesional semakin banyak dari NTT.
“Hari ini Persebata Lembata sudah jadi klub profesional. Besok-besok diharapkan ada juga klub-klub bola profesional lainnya dari NTT yang mengikuti jejak Persebata Lembata ini,” pungkas Melki Laka Lena. ***
Penulis: Don Bosko Beding






