Oleh: Ermelinda D. Meye
(Mahasiswa Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada)

KLIKFLOBAMORA.COM – Pantai Tablolong adalah salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kupang Nomor 01 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kupang Tahun 2014–2034, Pantai Tablolong termasuk dalam Kawasan Peruntukan Pariwisata atau wilayah pengembangan wisata (Johhanis et al.. 2023).

Karakteristik fisik pantai yang landai memiliki substrat kombinasi antara berpasir halus yang dominan berwarna putih sampai kecoklatan, berbatu dan berkarang. Pemandangan yang eksotis ini menjadi tempat yang banyak dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Aktifitas para wisatawan meliputi memancing, snorkeling dan menikmati indahnya sunset di sore hari.

Pantai Tablolong selain sebagai destinasi wisata juga digunakan masyarakat setempat sebagai tempat penangkapan ikan dan budidaya rumput laut, sehingga pantai ini menjadi sumber perekonomian yang penting bagi masyarakat pesisir. Jenis rumput laut yang dibudidaya masyarakat dengan metode long line adalah Kappaphycus alvarezii yang mengandung karaginan tipe kappa dan Eucheuma denticulatum yang mengandung karaginan tipe iota. Fungsi karaginan sebagai bahan pengental dan pengemulsi dalam industri makanan, kosmetik, dan farmasi.

Ekosistem lamun dan terumbu karang cukup melimpah tersebar dari tepi pantai sampai lereng curam, sehingga menambah eksotisnya pantai Tablolong. Pantai Tablolong termasuk laut Timor yang merupakan segitiga terumbu karang dunia (Coral Triangle) dan menjadi habitat berbagai organisme laut seperti fitoplankton, makroalga, ikan, crustacea, molusca dan spons (porifera).

Spons merupakan salah satu hewan laut yang hidup menempel pada karang dan mempunyai bentuk yang unik serta warna bermacam-macam sehingga menjadi daya tarik wisata laut termasuk laut yang berada di pulau Timor.

Berdasarkan hasil penelitian Kia Duan et.al. (2022), ditemukan 6 spesies spons yang cukup melimpah di Pantai Tablolong antara lain Xestospongia testudinaria dan Callyspongia vaginalis. Spons merupakan invertebrata multiseluler yang menjadi komponen penting ekosistem terumbu karang karena berperan dalam sirkulasi nutrient, bioindikator perairan dan menyediakan habitat bagi mikroorganisme.

Spons juga menghasilkan metabolit sekunder untuk beradaptasi dengan lingkungan dan pertahanan diri terhadap predator, fungi, virus dan infeksi bakteri. Sebagian besar masyarakat khususnya di NTT, belum banyak mengetahui peran dari spons laut.

Pengembangan spons di bidang ekonomi yang paling terkenal adalah sebagai bahan pembersih (bath sponge) sehingga dibudidayakan dengan tujuan komersial. Spons juga mengandung senyawa bioaktif yang bermanfaat di industri pertanian, kimia dan farmasi (Haris & Jompa, 2021).

Berdasarkan berbagai hasil penelitian spons mengandung metabolit sekunder seperti isoquinoline, quinones, sterols, brominated polyacetylenic acids, macrocyclic quinolizidines, pyridoacridine alkaloids, dan ester. Senyawa bioaktif ini memiliki efek farmakologis seperti antivirus, antioksidan, antiobesitas, antihipertensi, antidiabetes, antikanker, dan antiproliferatif (Abuzahrah et al., 2025).

Penelitian-penelitian tentang pemanfaatan senyawa bioaktif spons terutama sebagai agen antikanker terus dilakukan. Hal ini sebagai alternatif pengobatan kanker dari bahan alam yang dapat mengurangi efek samping dan efek resistensi dari obat-obat kemoterapi. Beberapa senyawa kimia yang diisolasi dari spons dan sedang dalam pengembangan sebagai obat kanker tahap uji klinis 1/sintetis antara lain Lissodendoryx sp. Agellas mauritanus, Cimbastella sp. dan Psammaplysilia sp. (Haris & Jompa 2021).

Namun, di balik  peran pentingnya Pantai Tablolong baik sebagai wisata bahari maupun peran ekologis, ekonomi dan farmakologi terdapat beberapa tantangan yaitu infrastruktur yang belum memadai, aktifitas wisatawan dan nelayan serta masalah sampah yang berdampak pada rusaknya ekosistem lokal.

Selain itu juga eksplorasi sumber laut seperti lamun dan spons yang mempunyai efek farmakologis belum banyak dilakukan. Hal ini membutuhkan peran dari berbagai pihak baik pemerintah daerah, akademisi, praktisi dan masyarakat setempat dalam mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Beberapa strategi dapat dilakukan antara lain perbaikan infrastruktur seperti jalan dan sanitasi. melakukan monitoring kesehatan lamun dan terumbu karang, meningkatkan program pengelolaan sampah pantai dan aturan berlabuh bagi kapal/perahu nelayan agar tidak merusak terumbu karang yang menjadi ekosistem penting organisme laut.

Selain itu mendukung masyarakat yang melakukan budidaya rumput laut secara berkelanjutan dan pengawasan kegiatan wisata untuk menyeimbangkan ekonomi lokal dan konservasi. Strategi lain adalah eksplorasi sumber daya laut seperti spons dengan tetap menjaga sustainability untuk membuka peluang pengembangan produk farmasi baru berbahan alam dan berdasarkan kearifan lokal.

Hal ini dapat dilakukan oleh akademisi yang berkolaborasi dari berbagai latar belakang ilmu seperti, Kedokteran, Farmasi, Biologi dan Kimia. Jika strategi tersebut di atas dapat dijalankan secara sinergis maka tidak mustahil sumber daya hayati yang berasal dari perairan laut baik di pantai Tablolong maupun wilayah lain di NTT dapat berpotensi menjadi bagian dari ekonomi biru yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir dan pendapatan pemerintah daerah. ***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan