Bertepatan dengan HUT Ke-67, Pemprov NTT Serahkan Bantuan Rp2,4 Juta Bagi 1.124 Siswa SMA/SMK Se-NTT yang Kurang Mampu
KLIKFLOBAMORA.COM – Bertepatan dengan HUT Provinsi NTT ke-67, Pemprov. NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyerahkan bantuan uang pendidikan Rp.2.400.000,- kepada 1.124 siswa kurang mampu (miskin-berprestasi) jenjang pendidikan SMA/SMK se-provinsi NTT.
Bantuan uang Rp.2.400.000,- tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, seusai upacara peringatan HUT NTT yang dihadiri oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wagub NTT Johni Asadoma, para ASN lingkup Provinsi NTT dan tamu undangan lainnya, Sabtu, 20/12/2025 pagi.
Ambrosius Kodo, usai menyerahkan bantuan kepada siswa miskin berprestasi jenjang pendidikan SMA/SMK mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan model pendekatan baru dari Gubernur Melki dan Wagub Asadoma untuk memastikan bahwa semua anak NTT bisa menempuh pendidikan menengah.
“Jadi membantu anak-anak miskin berprestasi yang tidak bisa sekolah dengan alasan kondisi ekonomi. Dan itu pendekatan luar biasa dari Melki-Johni ini,” ungkap Kodo.
Ia menerangkan, total uang yang dianggarkan bagi 1.124 siswa SMA/SMK se-provinsi NTT sebesar Rp3 miliar. Dengan uang tersebut, diharapkan mampu memutus angka tidak sekolah yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“NTT ini kan anak-anak yang tidak sekolah ± 140.000. Salah satu alasannya karena ekonomi, sehingga pemerintah intervensi di situ,” jelas Kodo.
Dijelaskan lebih lanjut, bantuan Rp.2.400.000,- kepada siswa penerima bantuan, nantinya bisa digunakan oleh para siswa untuk biaya transportasi dan lain-lain untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
“Uang Rp.2.400.000,- itu nanti dibagi ke siswa Rp.200.000 per bulan, sehingga bisa digunakan untuk transportasi siswa dan kebutuhan pribadi siswa lainnya,” urai Kodo.
Lebih lanjut Ambrosius Kodo mengatakan program yang sama akan dijalankan kembali di tahun depan karena menurutnya, program seperti ini merupakan program yang baik.
“Yang pastinya kita akan kawal terus program ini karena ini adalah program yang strategis dan konkrit untuk menekan angka putus sekolah di Provinsi NTT,” pungkasnya. ***
Penulis: Don Bosko Beding





