KLIKFLOBAMORA.COM – Dunia pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Timur kini telah secara resmi memiliki Ibunda Guru, yang dilantik oleh Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Pengurus Besar (PB) PGRI NTT, Dr. Sam Haning, S.H., M.H., pada Jumat (29/05/2025) siang.
Sosok Ibunda Guru itu adalah Mindriyati Astiningsih Laka Lena, istri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Perempuan yang akrab disapa Asti Laka Lena itu, diharapkan akan menjadi pengayom moral, pelindung hak-hak pendidik, sekaligus jembatan komunikasi antara tenaga pengajar dan pemerintah daerah.
Demikian yang disampaikan oleh Ketua BPH PB PGRI NTT, Dr. Sam Haning, S.H., M.H., dalam sambutannya pada acara pengukuhan Ibunda Guru Provinsi NTT, yang dirangkai sekaligus dengan acara Pembekalan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT Periode Juni-Juli, bertempat di Aula Eltari Kantor Gubernur NTT, Jumat (29/05/2026) siang.
Dalam sambutannya, Sam Haning menilai, sosok Ibunda Guru diyakini mampu membawa semangat, motivasi, dan energi baru dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Kalau NTT punya seorang perempuan hebat seperti Ibu Asti, berarti NTT hebat. Ini memberikan semangat baru, harapan baru, dan motivasi baru bagi kita semua,” ujarnya.
Ia mengatakan, NTT membutuhkan figur perempuan yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan serta mampu membangun kolaborasi bersama pemerintah, organisasi pendidikan, dan para guru di seluruh wilayah NTT.
Pada kesempatan itu, ia juga menyoroti kondisi pendidikan NTT yang hingga kini masih berada di peringkat bawah secara nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak agar pembenahan dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kita harus bertanya apa yang menyebabkan kualitas pendidikan kita masih stagnan. Ini harus menjadi catatan penting bagi kita semua,” katanya.
Ia optimistis kualitas pendidikan di NTT dapat mengalami perubahan apabila kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, PGRI, Ibunda Guru Provinsi NTT, dan para tenaga pendidik terus diperkuat.
“Saya yakin dan percaya, kalau kolaborasi yang hebat antara Pemerintah Provinsi NTT, PGRI, Bunda Guru, dan para guru terus dibangun, maka kualitas pendidikan NTT pasti akan berubah,” tegasnya.
Sam Haning juga mengingatkan pentingnya tiga tipologi dasar yang harus dimiliki seorang guru, yakni pedagogi, pedagogik, dan pedagogis dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Sementara itu, untuk acara pelepasan, Ia berpesan kepada mahasiswa UPG 1945 NTT, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) agar menjaga kualitas diri dan ilmu pengetahuan sebelum terjun mengabdi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa FKIP harus benar-benar menjaga kualitas dan ilmu yang dimiliki, karena nanti akan ditempatkan di berbagai daerah, baik di kota maupun desa,” ujarnya.
Untuk diketahui, sebanyak 470 mahasiswa UPG 1945 NTT secara resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian di berbagai wilayah di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sam Haning tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, yang telah mendukung penempatan mahasiswa dalam membantu pembangunan dan pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan maupun desa.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah yang siap menerima mahasiswa untuk membantu pembangunan dan pengabdian kepada masyarakat,” tutupnya. ***
Penulis: Don Bosko Beding






