KLIKFLOBAMORA.COM – Ketua APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Wilayah 15, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Samuel Haning, SH., MH., menghimbau kepada seluruh Rektor Perguruan Tinggi Swasta yang ada di NTT untuk menjaga kondusivitas terkait aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di NTT.
Pernyataan ini tegas ini disampaikan oleh Sam Haning, Minggu, 31/09/2027 sore di Kupang, dalam menyikapi dinamika penyampaian aspirasi oleh Mahasiswa di seluruh daerah Indonesia, yang berujung tindakan anarkis sehingga mengganggu ketertiban umum.
“Kepada seluruh Rektor di wilayah 15, Saya sampaikan agar memberi edukasi kepada seluruh mahasiswa agar bisa menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di wilayah NTT,” tegas Haning.
Haning dalam kesempatan tersebut menekankan, sebagai Ketua APTISI NTT, dirinya tidak melarang para Mahasiswa di NTT untuk menyampaikan aspirasi. Ia hanya meminta, agar para aspirasi bisa disampaikan tanpa tindakan anarkis seperti pengerusakan berbagai fasilitas umum yang sedang terjadi di wilayah lainnya.
“Pada intinya Saya tidak melarang karena itu aspirasi. Tetapi aspirasi tidak berujung anarkis. Saya larang kalau aspirasi berujung anarkis. Untuk itu Saya titip pesan kepada Mahasiswa dan juga para Rektor, agar menyampaikan aspirasi dengan tetap menjaga situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan damai,” ungkap Haning.
Sam Haning juga menghimbau kepada seluruh Kepala Sekolah di Provinsi NTT, agar tetap menjaga para murid agar sehingga tidak terprovokasi mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, melainkan tetap menjalani aktivitasnya di sekolah.
“Sebagai Ketua PGRI NTT, Saya juga berharap agar sekolah-sekolah tetap melakukan proses pengasuhan, proses pembelajaran dan juga pendidikan di sekolah dengan tertib dan aman,” ujar Haning.
Haning menambahkan, khusus untuk lembaga yang dipimpinnya yakni Universitas Persatuan Guru 1945 (UPG 1945), dirinya menyampaikan agar para Rektor, para Dekan, dan juga para Dosen untuk mengawasi mahasiswa UPG 1945 Kupang, agar tidak mengikuti demonstrasi yang berujung anarkis.
“Saya sudah ingatkan. Mahasiswa yang ketahuan mengikuti aksi demonstrasi dan berujung anarkis, akan Saya keluarkan dari kampus UPG 1945,” tutup Haning. ***






