Peringati Hari Pers Nasional Tahun 2026, Alexander Taum: Kebebasan Pers Adalah Cahaya Bagi Demokrasi
KLIKFLOBAMORA.COM— Forum Jurnalis Lembata (FJL) menggelar kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 9 Februari, sejak ditetapkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1978 silam, Senin (09/02/2026) di Pantai Harnus, Lewoleba.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P., Asisten III sekertaris Daerah (Setda) Kabupaten Lembata, pimpinan dan anggota DPRD Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Mengusung tema “Kritik, Membangun Pers Lembata yang Bermartabat”, Ketua FJL Alexander Taum menyampaikan, peringatan HPN menjadi momentum refleksi peran pers sebagai pilar demokrasi.
Selain itu, HPN juga menjadi momentum refleksi peran pers sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan melalui informasi yang objektif, edukatif, dan bertanggung jawab.
Alexander Taum menegaskan bahwa pers harus tetap berpijak pada fakta dan nurani publik. Menurutnya, pers tidak hadir untuk menyenangkan kekuasaan, melainkan menjaga kepentingan masyarakat.
“Kebebasan pers adalah cahaya bagi demokrasi. Tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika jurnalistik merupakan kehormatan tertinggi bagi insan pers,” tegas Alexander Taum.
Karena itu menurutnya, tugas pers bukan sekadar menulis, tetapi memastikan kebenaran sampai kepada masyarakat tanpa distorsi, tetap kritis, dan berada dalam koridor etika.
Sementara itu, Bupati Lembata dalam sesi diskusi menyampaikan selamat Hari Pers Nasional Tahun 2026 kepada seluruh insan pers di Kabupaten Lembata.
Dikatakannya bahwa pers memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mensosialisasikan kebijakan serta menyampaikan kritik yang membangun.
“Semua kritik kami terima sebagai bahan refleksi dan perbaikan. Mari kita bersama-sama membangun Lembata dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi,” ujar Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kanis Tuaq juga menekankan bahwa berbagai sorotan publik, mulai dari kebijakan ayam pedaging, jagung titi, distribusi BBM, penyaluran beras untuk ASN, hingga persoalan sosial seperti meningkatnya kasus HIV pada anak dan remaja, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Semua kami tangani secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Ia mengingatkan bahwa di era digital, tantangan pers semakin besar, terutama dalam menghadapi hoaks. Oleh karena itu, integritas dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Bupati juga mengapresiasi Forum Jurnalis Lembata atas berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan, mulai dari edukasi ke sekolah-sekolah, kunjungan ke pesantren, hingga kegiatan berbagi dengan masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga memiliki kepekaan sosial terhadap masyarakat Lembata,” ungkapnya. *** Prokompim Lembata/DBB
Penulis: Don Bosko Beding





