KLIKFLOBAMORA.COMPengurus Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur, menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) Nusa Tenggara Timur di Aula Kantor KONI NTT, Senin (02/03/2026) malam.

Musprov dihadiri lebih dari 30% anggota TI NTT, dan dibuka oleh Ketua KONI NTT yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Organisasi KONI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe, dan didampingi perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., serta Ketua Pengprov TI NTT, Fransisco Bernando Bessi, S.H., M.H., C.Me, CLA.

Dalam sambutannya, Fransiskus Sales menekankan bahwa Musprov TI NTT harus menyamakan visi di antara pengurus TI NTT, demi kemajuan taekwondo NTT.

“Di antara kita (Pengprov TI NTT) pasti punya visi masing-masing. Tapi bagaimana kalian para pengurus memformat visi di antara kalian untuk menjadi satu visi besar demi kemajuan taekwondo NTT,” pungkas Frans Sales.

Ia mendorong agar Musprov TI NTT nanti bisa mendapat pemimpin baru yang tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet saja, tetapi juga menyediakan sumber daya pelatih yang bisa mengimbangi bakat potensial para atlet taekwondo di Nusa Tenggara Timur.

“Persiapan pleno untuk musyawarah provinsi ini hal yang sangat baik sekali, sehingga di arahan kita para pengurus harus menyamakan visi demi kemajuan taekwondo Nusa Tenggara Timur,” ucapnya.

Sementara Restu Herdani Baptiste Dupe dalam arahan menyampaikan, dirinya sudah memastikan dari Ketua TI NTT saat ini bahwa dalam kepengurusan TI NTT tidak ada dualisme karena TI NTT selalu tegak lurus.

Heru Dupe menitip pesan selaku Kabid Organisasi KONI bahwa apabila musyawarah provinsi TI NTT bejalan nanti, maka yang perlu dijunjung tinggi adalah nilai demokrasi.

“Apabila ada, misalkan kandidat lain yang ingin mendaftar untuk mengikuti kompetisi ini, kiranya bisa juga diterima oleh teman-teman SC,” pesannya.

Ia percaya Ketua TI Nusa Tenggara Timur saat ini, akan tetap menjunjung tinggi sportifitas seperti yang sudah terjadi sebelum-sebelumnya, sehingga hal ini diharapkan tetap ditunjukkan lagi kedepannya.

Pengurus TI NTT saat ini.

Diketahui pleno persiapan pelaksanaan Musprov TI NTT membahas agenda tunggal yakni Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia Nusa Tenggara Timur untuk masa jabatan 2026-2030 kedepannya.

Fransisco Bernando Bessi, usai pleno menyampaikan bahwa masa jabatan kepengurusan TI NTT saat ini akan berakhir per tanggal 12 November 2026. Saat ini tidak ada karateker maupun Pelaksana Tugas (PLT), karena sesuai aturan, minimal enam bulan sebelum masa jabatan berakhir, sudah dapat diajukan ke PBTI atau dimohonkan perpanjangan.

Namun, khusus di Nusa Tenggara Timur kali ini terdapat pertimbangan tersendiri, yaitu terkait persiapan PON 2028 yang mana seperti yang diketahui bahwa Gubernur NTT selaku Ketua KONI NTT sangat konsen terhadap persiapan PON 2028.

“Oleh karena itu, kami sebagai pengurus cabang olahraga harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dari kesiapan struktur organisasi. Ini sangat penting,” kata Sisco Bessi.

Lebih lanjut Sisco Bessi mengatakan, hasil rapat pleno akan disampaikan kepada Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Jakarta dan pengurus TI NTT menunggu arahan serta petunjuk resmi dari PBTI untuk memulai Musprov TI NTT.

Ia juga menyentil bahwa dinamika yang terjadi di Nusa Tenggara Timur saat ini adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Pihaknya tidak menanggapi hal-hal di luar mekanisme organisasi karena tetap mengikuti aturan yang berlaku.

Dikatakannya juga, kepengurusan TI NTT saat ini solid. Kehadiran perwakilan pemerintah saat pleno membuktikan bahwa kepengurusan di bawah pimpinannya berkolaborasi dengan baik bersama pemerintah.

“Ini membuktikan bahwa pengurus taekwondo solid dan pengurus taekwondo berkolaborasi sangat baik dengan pemerintah maupun dengan KONI NTT,” tutup Sisco.

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan