KLIKFLOBAMORA.COM — Hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa hari belakangan berdampak pada sistem kelistrikan di Kabupaten Lembata.

Banyaknya pepohonan yang tumbang akibat terpaan angin kencang, menimpa jaringan listrik di beberapa titik yang ada di Kabupaten Lembata. Dampaknya, pasokan listrik ke beberapa wilayah terhenti.

Merespon hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lembata langsung bergerak cepat, mengerahkan para petugas ke titik-titik terdampak guna memastikan masyarakat kembali menikmati aliran listrik secepatnya ditengah hujan deras.

Manager ULP Lembata, Vincentsius Leonardo Dwi Putra, mengungkapkan bahwa seluruh personel telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak, seperti Desa Imulolong, Desa Posiwatu, wilayah Bengkari, hingga Omesuri dan Buyasuri, dan hasilnya beberapa wilayah sudah berhasil dinormalkan meski secara bertahap.

“Petugas kami tidak henti melakukan penelusuran dan perbaikan jaringan di sejumlah titik terdampak ditengah cuaca ekstrem. Kami ingin memastikan masyarakat harus segera menikmati aliran listrik kembali secepatnya,” ujar Vincentsius.

Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras petugas PLN Lembata dan memohon doa serta dukungan dari masyarakat.

“Kami bekerja sepenuh hati untuk memberikan pelayanan paripurna, namun ada kondisi alam yang di luar kendali kami. Kami sangat mengharapkan dukungan masyarakat, salah satunya dengan merelakan pohon atau ranting yang sudah mendekati jaringan untuk dipangkas oleh petugas. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama,” tegas Eko.

Beliau berpesan kepada para petugas untuk tetap mengutamakan prosedur keselamatan kerja (safety) di tengah kondisi alam yang berisiko tinggi. Ia juga menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik selama cuaca ekstrem.

“Apabila melihat ada kabel yang terputus, pohon yang menyentuh jaringan, atau percikan api pada tiang listrik, masyarakat diminta untuk tidak mendekat dan segera melapor melalui,” pungkas Eko. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan