KLIKFLOBAMORA.COM– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), menggelar kegiatan Program Intervensi Perangkat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dalam Rangka Percepatan Pencapaian Sasaran Pembangunan, Sabtu (23/05/2026) siang.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Oenain, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan dihadiri Plh. Sekda Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Kepala Bakeuda Provinsi NTT, Drs. Bernhard Menoh, Perwakilan Bupati TTS, Camat Kie, serta masyarakat setempat.
Drs. Bernhard Menoh dalam arahannya menyebut, kegiatan ini dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
Program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan yang mendukung pelaksanaan program Dasa Cita Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Joni Asadoma, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pemaparannya, Bernhard Menoh menjelaskan bahwa program intervensi desa dirancang untuk menjawab berbagai persoalan prioritas masyarakat secara terukur, terpadu, dan berkelanjutan.

“Program intervensi perangkat daerah di desa merupakan salah satu prakarsa dan upaya terpadu Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mempercepat pencapaian sasaran pembangunan melalui sinergi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, serta partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, program dilaksanakan melalui pendekatan pembangunan berbasis desa dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Melalui program ini, diharapkan dapat berdampak pada penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas pelayanan dasar, pengembangan infrastruktur, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa.

“Jadi setiap perangkat daerah melakukan intervensi sesuai tugas dan fungsi masing-masing pada desa yang menjadi lokus prioritas pembangunan. Selain itu pembangunan dilakukan secara kolaboratif agar program kegiatan pemerintah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan, program intervensi desa memiliki sejumlah tujuan strategis, seperti meningkatkan kemampuan dan kreativitas masyarakat di bidang kerajinan tenun untuk mendukung pelestarian budaya daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat.
Program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan aparatur desa terkait pengelolaan keuangan daerah dan keuangan desa agar dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kreativitas masyarakat. Contohnya dalam bidang kerajinan tenun untuk mendukung pelestarian budaya daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu mewakili Gubernur NTT, Plh. Sekda Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan menyampaikan bahwa saat ini pemerintah terus mendorong pembangunan daerah berbasis desa.
Pemerintah, katanya, melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, serta bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), mengharapkan perekonomian desa bisa bertumbuh secara mandiri.

Flouri Rita Wuisan menegaskan, geliat pembangunan daerah harus dimulai dari desa karena desa memiliki peran penting sebagai pusat pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.
“Jadi desa sekarang bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai pusat untuk membangun ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Ketika desa maju dan produktif, maka kesejahteraan akan semakin nyata dirasakan oleh seluruh warga hingga pelosok daerah,” pungksnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut Bakeuda Provinsi NTT memberikan sejumlah bantuan alat menenun kepada para penenun, bantuan satu unit rumah kepada salah satu warga Oenain terdampak bencana longsor, serta bantuan ratusan seragam serta alat tulis untuk para pelajar SD GMIT Oenain dan SD Inpres Oenain.
Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kepala Bakeuda Provinsi NTT, bergantian dengan Plh. Sekda Provinsi NTT, serta para pejabat pemerintah yang hadir mengikuti kegiatan di Desa Oenain.
Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari (22-24 Mei) tersebut diisi juga dengan pengobatan gratis serta sosialisasi manfaat BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, diadakan juga latihan pewarnaan benang tenun secara profesional oleh pegiat tenun NTT Ina Ndao. ***
Penulis: Don Bosko Beding






