KLIKFLOBAMORATA.COM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, memberi apresiasi kepada para petani NTT karena produktivitas Pertanian di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan yang sangat signifikan di tahun 2025.

Di hadapan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, para asisten, kepala biro, kepala dinas, Ketua DPRD NTT, Emilia Nomleni, Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, serta pimpinan TNI di NTT, Gubernur Melki menyampaikan, peningkatan hasil pertanian di NTT tidak lepas dari kerja dan dukungan semua pihak.

“Dari sektor pertanian, kita di Provinsi NTT mengalami peningkatan produktivitas. Karena itu saya memberi apresiasi kepada petani kita, dan juga kepada Dinas Pertanian Provinsi NTT karena sudah bekerja keras meningkatkan produktivitas pertanian,” ucap Melki.

Lebih lanjut Melki mengungkapkan, pemerintah telah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian selama tahun 2024, sehingga pada semester pertama di tahun 2025, hasil dari sektor pertanian mengalami kenaikan yang signifikan.

“Selama ini pemerintah telah berupaya mendorong petani menggunakan bibit unggul, pemupukan tepat dosis, penerapan irigasi sintesis, pengendalian hama terpadu, dan penerapan metode biologis, mekanik, dan kimiawi, serta dukungan alat dan mesin terpadu,” ujar Gubernur Melki.

Lebih kerja upaya-upaya tersebut, produktivitas pertanian mengalami peningkatan dan dapat terlihat pada semester pertama tahun 2025. Produktivitas padi 4,12 ton per hektare dan jagung peningkatan produktivitasnya 2,78 ton per hektare.

Sementara Holtikultura, produksi bawang putih naik menjadi 152,3 ton jika dibandingkan dengan tahun 2024 yakni 151,1 tto. Produksi cabai besar menjadi 1.395,5 ton, atau naik dari 1.282,2 ton per tahun 2024. Bawang merah 3.903,5 ton pada tahun 2024, di tahun 2025 naik menjadi 8.104,5 ton. Cabai rawit 9.685,5 ton berpotensi melampaui total tahun 2024, yakni 2025 bisa mencapai 11.288,5 ton.

Begitu juga di bidang perkebunan, produktivitas sehingga komoditas unggulan juga meningkat, seperti kelapa yang naik dibanding tahun lalu 282,1 ton per hektare. Jambu mente 611,611 kg per hektare, naik dibanding tahun lalu 266,1 ton per hektare. Kopi robusta dari 256 kg per hektare, naik signifikan dibanding tahun lalu 261,1 ton per hektare. Demikian pula kopi Arabika, 76 kg per hektare naik cukup jauh daripada tahun lalu 276 kg per hektare.

Data tersebut  menunjukkan naikan indeks harga petani atau IHP dari 115,37 ton 2024 menjadi 119,01 ton di tahun 2025.

“IHP diatas 100 menunjukkan pertanian mengalami surplus, di mana kenaikan harga produksi lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga konsumsi, sehingga pendapatan pertanian tumbuh lebih cepat daripada pengeluaran,” ujarnya.

Untuk itu Gubernur Melki sekali lagi berterima kasih kepada semua petani NTT, Dinas Pertanian, Institusi Kepolisian Daerah NTT, TNI, dan semua pihak dalam upaya menggenjot hasil pertanian untuk mendukung swasembada pangan di NTT. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan