104 Kepala Sekolah Tanda Tangan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja, Ambros Kodo: Fokus Pada Tugas Pokok dan Fungsi!
KLIKFLOBAMORA.COM– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah akan dievaluasi secara ketat dan berkala.
Hal ini disampaikan usai penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja di Aula Komodo, Kamis (26/03/2026) yang dilakukan oleh 104 Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB di NTT, yang baru dilantik sehari sebelumnya (25/3).
Ambrosius menjelaskan, Pakta Integritas merupakan bentuk komitmen moral dan profesional, sementara Perjanjian Kinerja memuat target-target nyata yang wajib dicapai selama masa jabatan.
Ia mengingatkan para kepala sekolah agar tidak terlena dengan masa jabatan dua tahun yang diberikan, tetapi berfokus pada tugas pokok dan tupoksinya.
“Perjanjian kinerja artinya ada hal yang diperjanjikan dengan atasan. Saya sudah mengingatkan mereka untuk fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Jangan sibuk dengan hal-hal lain,” tegas Ambrosius.
Menurutnya, evaluasi kinerja tidak harus menunggu masa jabatan berakhir. Gubernur memiliki kewenangan penuh untuk melakukan evaluasi sewaktu-waktu berdasarkan laporan di lapangan.
“Pak Gubernur bisa evaluasi tidak harus menunggu dua tahun. Satu tahun, bahkan enam bulan bisa dilakukan evaluasi. Kalau hasil evaluasi tidak baik, tentu ada konsekuensi. Bisa saja masa jabatan tidak diselesaikan (dicopot),” tambahnya.
Ambrosius menekankan bahwa orientasi utama kepala sekolah harus berfokus pada dampak pendidikan terhadap siswa. Di jenjang pendidikan menengah, sekolah bertanggung jawab membekali siswa agar memiliki gambaran jelas mengenai masa depan, baik untuk melanjutkan studi maupun bekerja.
“Intinya sederhana, bagaimana kita membantu anak didik melihat masa depan mereka dengan lebih baik,” tuturnya.
Meski memberikan peringatan keras, Ambrosius mengaku optimistis terhadap para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia melihat adanya energi positif dan kesiapan untuk bersinergi demi memajukan sektor pendidikan di NTT.
“Harapannya kita bisa bersama-sama mendorong NTT menjadi maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***
Penulis: Don Bosko Beding





