KLIKFLOBAMORA.COM – Sebanyak lima atlet Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, harus didegradasi pada akhir semester genap tahun ajaran 2025, lantaran tidak lolos sistem evaluasi rutin yang dilakukan oleh SKO guna menghasilkan atlet yang tangguh dan berprestasi dari NTT.

Kepala SKO Flobamorata Kupang, Hironimus Pati, S.Pd., MM., menyampaikan hal tersebut pada Jumat, 11/06/2025, di ruang kerjanya kepada media, saat media mengkonfirmasi terkait ketidakpuasan salah seorang dari kelima atlet, sehingga mengadukan persoalan ini ke Meja Rakyat di Kantor Gubernur NTT.

Ia mengatakan, sebenarnya ada lima pelajar atlet yang didegradasi pada semester ini, yakni pelajar atlet dari cabang olahraga Taekwondo (1 orang), cabang olahraga kroket (1 orang), cabang olahraga pencak silat (1 orang), cabang olahraga sepakbola (1 orang), dan dari cabang olahraga wushu (1 orang).

“Degradasi yang kami lakukan kemarin terhadap lima atlet pelajar, itu ada dua (cabor taekwondo dan cabor kriket) karena perkembangan latihan. Sedangkan dari Cabor Sepak Bola dan Cabor Pencak Silat itu dengan alasan kesehatan, sementara yang terakhir adalah atlet Popnas cabang olahraga wushu itu karena alasan kesehatan,” tegas Hironimus Pati.

Dari data yang ada di rapor olahraga kelima pelajar atlet yang didegradasi tersebut, yang di-input di dalam raport pintar dari test awal kemudian test triwulan kemudian tes lagi, para atlet pelajar ini tidak menunjukkan perkembangan (tidak naik), dan rekam jejak prestasi mereka juga tidak memberikan prestasi.

Sebelumnya Ia menjelaskan, di awal sebelum resmi menjadi peserta didik di SKO Flobamorata Kupang, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh orang tua wali dengan peserta didik.

“Jadi ketika mereka masuk, sebelum masuk ke asrama, itu sudah menandatangani pernyataan di atas materai bersama dengan orang tua. Ada sekitar dua puluhan item pernyataan itu. Dan pernyataan ini secara tahunan kami uji di alat evaluasi kami yaitu rapor pintar dengan ada beberapa variabel di situ,” ungkap Hieronimus Pati.

Ia menyebutkan beberapa isi pernyataan yang menjadi komitmen bersama, diantaranya, ada disiplin, ada ketangguhan, ada karakter, perkembangan olahraga, perkembangan akademik, dan perkembangan prestasi dari atlet pelajar yang bersekolah di SKO Flobamorata.

Ia mengatakan, SKO merupakan sekolah dengan layanan khusus atau sekolah khusus yang mendidik dan melatih anak-anak yang punya bakat istimewa dalam bidang olahraga, sehingga manajemen ataupun tata kelola SKO berbeda dengan sekolah reguler atau SMA reguler yang lain.

“Dalam mengelola sekolah ini khususnya evaluasi peserta didik atau atlet, kami lakukan secara berkala, baik secara triwulan, semester maupun tahunan, dan dengan alat evaluasi yang bagi kami sangat terukur. Konkretnya bahwa di SKO ini ada tiga rapor yang kemudian dikasih ke peserta didik yaitu rapor akademik, raport olahraga dan terakhir itu rapor pintar,” jelas Pati.

Lebih lanjut Pati menjelaskan, SKO Flobamorata Kupang sebagai sekolah berprestasi (belajar, berlatih, berprestasi sehingga pelajar atlet yang bersekolah di SKO dituntut untuk punya perkembangan olahraga yang bagus sesuai dengan standar-standar yang ada, apalagi SKO mendapat subsidi dari pemerintah lewat APBD 1 (satu),

“Apalagi kami ini kan juga mendapat subsidi dari pemerintah lewat APBD 1. Maka banyak kemudahan-kemudahan yang didapat oleh anak-anak dan garansinya adalah prestasi,” lanjut Pati.

Ia juga menjelaskan, degradasi ini sendiri bukan berarti mendropoutkan anak tetapi setelah dievaluasi secara internal dan jika tidak sesuai dengan standar yang ada di SKO Flobamorata Kupang, maka selanjutnya sekolah akan memfasilitasi mereka untuk kepindahan ke sekolah-sekolah reguler.

“Bukan berarti men-DO-kan anak. Disaat bersama dengan orang tua, kami sudah menjelaskan seperti itu. Sekolah siap memfasilitasi kepindahan anak ke sekolah reguler,” pungkasnya. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan