KLIKFLOBAMORA.COM– Menjelang pagelaran Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang akan diselenggarakan pada 11-13 November besok, Pemerintah Provinsi NTT, memastikan kesiapannya menjadi tuan rumah event internasional itu, Senin, 10/11/2025 sore di Kantor Gubernur NTT.

Didampingi Dirjen DPKSK RI, Endah T.D. Retnoastuti, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kadis P dan K Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, Gubernur Melki mengatakan NTT telah siap untuk menyukseskan event internasional ini.

“Kami tentu sudah mempersiapkan sesuai dengan apa yang menjadi arahan dari Kementerian, karena kita tidak bisa di luar itu, misalnya persiapan event kebudayaan, acara penjemputan, dan keamanan. Semuanya sudah kita siap,” ungkap Melki.

Melki menyampaikan, dengan menjadi tuan rumah untuk pagelaran Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, NTT membuka diri dan membangun relasi dengan negara-negara Pasifik.

“Inilah momen kita menampilkan potensi kita di bidang apa saja, seperti budaya, kuliner dan juga beberapa potensi lainya yang kita miliki,” terang Melki.

Sejalan dengan Gubernur Melki, Johni Asadoma pun menegaskan seluruh delegasi dari negara-negara Pasifik dan Timor Leste akan diberi pengamanan maksimal, mulai dari bandara saat tiba di Kupang, selanjutnya di tempat penginapan, dan pada saat acara berlangsung.

Baginya kesempatan ini digunakan sebaik mungkin untuk membangun citra positif Indonesia khususnya NTT di mata dunia. Untuk itu Ia mengajak semua kalangan agar menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban agar acara bisa berjalan lancar.

“Mari kita lakukan hal tersebut untuk citra positif, untuk kebaikan Nusa Tenggara Timur dan lebih dari pada itu adalah untuk Indonesia,” ungkap Asadoma.

Sementara itu Endah T.D. Retnoastuti menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah provinsi NTT karena telah bersedia menjadi tuan rumah event internasional, Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Menurut Retnoastuti, dipilihnya NTT sebagai tuan rumah IPACS 2025 didasarkan pada kesamaan budaya antara negara-negara Pasifik dengan NTT dan 9 provinsi lainnya yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, selama ini Indonesia belum banyak melakukan kerjasama ataupun pendekatan terhadap negara-negara Pasifik, padahal negara-negara Pasifik itu adalah negara yang sangat berdekatan dengan Indonesia serta banyak memiliki kesamaan budaya dengan 10 provinsi di Indonesia.

Dengan menjadi tuan rumah event ini, Indonesia menunjukkan komitmennya mendukung negara-negara Pasifik dalam menghadapi situasi global yang tentu tidak bisa dihadapi sendiri-sendiri.

“Ini saatnya Indonesia sebagai negara besar melakukan komitmennya mendukung negara-negara tersebut, karena selain kedekatan wilayah, kita juga menghadapi satu ancaman lingkungan yang sama yakni perubahan iklim,” tutupnya. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan