KLIKFLOBAMORA.COMMeninggalnya YB siswa Sekolah Dasar (SD) berusia 10 tahun itu di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kabupaten Ngada, sungguh sangat menyita perhatian publik.

Simpati dan empati datang silih berganti atas berpulangnya YB; teriring doa dari ribuan bahkan jutaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), dan bahkan seluruh masyarakat Indonesia.

Sabtu (07/02/2026) siang, menjadi hari terakhir bagi YB untuk bersemayam di tengah keluarganya. YB yang sewaktu hidupnya dikenal priang, dikebumikan di dusun tempat terkahir kali ia merasakan hidup.

Isak tangis dan air mata membanjiri wajah-wajah sembab sanak keluarganya, tak terkecuali Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang hadir langsung mengantar kepergian YB menghadap Sang Khalik.

Didampingi Bupati Ngada Raymundus Benda, Melki menyampaikan belasungkawa kepada keluarga atas berpulangnya YB. Baginya, berpulangnya YB menjadi moment introspeksi diri untuknya secara pribadi dan seluruh jajaran pemerintah.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian negara dan pemerintah yang belum sepenuhnya hadir menjaga anak-anak kita,” ungkap Gubernur Melki.

Di hadapan Ibu, Nenek, dan Kakak YB, serta seluruh masyarakat yang hadir mengikuti prosesi pemakaman YB, selain menyampaikan permohonan maaf Gubernur Melki juga menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua orang.

“Kita harus lebih peduli, lebih peka, dan lebih cepat bertindak. Anak-anak tidak boleh merasa sendirian, tidak boleh diabaikan, dan tidak boleh kehilangan harapan,” tegas Gubernur Melki.

Gubernur Melki kembali menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah di NTT agar bekerja lebih serius; memastikan pendidikan, bantuan sosial, dan layanan publik benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

“Kita mungkin memiliki banyak keterbatasan, tetapi kepedulian tidak boleh terbatas. Adik YB telah pergi, tetapi pesannya harus kita jaga,” ucap Gubernur Melki.

Ia juga menyampaikan, peristiwa tragis yang dialami YB, hendaknya menjadi pengingat bagi semua orang untuk saling menyapa, saling membantu, dan bekerja dengan hati.

“Semoga kepergiannya menjadi cambuk bagi kita semua untuk bekerja lebih baik, lebih adil, dan lebih manusiawi ke depan,” tutupnya. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan