KLIKFLOBAMORA.COM — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong semua ASN untuk bekerja lebih maksimal lagi, agar bisa mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2026 yaitu sebesar Rp2,8 triliun.
Dorongan ini disampaikan oleh Gubernur Melki saat memimpin apel bersama seluruh ASN Lingkup Pemprov NTT, Selasa (07/04/2026) pagi, di Lapangan Kantor Gubernur Provinsi NTT.
“Hingga awal April, capaian PAD kita baru berada di angka 6,5 persen, masih jauh dari target ideal triwulan pertama,” pungkas Gubernur Melki.
Pada kesempatan itu Gubernur Melki mengingatkan, jika target PAD 2026 tidak tercapai maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terpaksa akan dikurangi bahkan bisa dihapus.
“Ini bukan karena pemerintah tidak ingin memberi, tetapi karena kemampuan fiskal kita yang terbatas,” ungkapnya.
Gubernur Melki juga menyinggung terkait kebijakan pemerintahan pusat yang berkomitmen untuk tidak merumahkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Baginya, kebijakan tersebut perlu disyukuri, di satu sisi, hal tersebut berarti bahwa daerah harus kuat secara fiskal.
“Dengan jumlah ASN lebih dari 30 ribu orang, kita semua punya tanggung jawab memastikan pendapatan daerah cukup untuk memenuhi hak-hak tersebut,” kata Gubernur Melki.
Ia juga menyebut, di tengah tantangan global dan ancaman El Nino yang berpotensi memperpanjang musim kemarau di NTT, semua pihak diharapkan agar semakin disiplin.
Ia menghimbau agar tidak ada lagi ruang untuk pemborosan. Semua belanja daerah harus tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Saya juga menegaskan bahwa kebocoran PAD tidak boleh lagi terjadi. Kita akan melibatkan aparat penegak hukum untuk menertibkan praktik-praktik yang merugikan daerah,” tegasnya.
Untuk itu Gubernur Melki mendorong agar setiap sumber daya, termasuk tambang galian C, wajib memberikan kontribusi nyata bagi NTT. Jika tidak, izinnya akan kita cabut.
Selain itu, lanjut Gubernur Melki, seluruh aset daerah harus dioptimalkan dan tidak boleh ada aset bernilai miliaran rupiah yang dibiarkan mangkrak tanpa begitu saja tanpa manfaat.
“Kita juga akan melakukan penataan ASN agar semua potensi bisa diarahkan untuk mendukung peningkatan PAD,” katanya.
Meski demikian, Gubernur Melki menegasakan bahwa pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
“Waktu kita tersisa sembilan bulan. Saya mengajak seluruh ASN untuk fokus, bekerja sungguh-sungguh, dan bersama-sama menjaga serta meningkatkan PAD demi keberlanjutan keuangan daerah dan kesejahteraan kita semua,” tutupnya. ***
Penulis: Don Bosko Beding






