KLIKFLOBAMORA.COM Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frederik Christian Purwanto Koenunu, ST., M.H., mendorong agar pihak ASDP segera memperbaiki pelabuhan Fery Waijarang, Kabupaten Lembata.

Hal tersebut perlu dilakukan mengingat dari bulan Oktober 2025 sampai April 2026 ini, pelabuhan Fery Waijarang tidak bisa digunakan sebagai mestinya, dan berdampak pada perekonomian masyarakat Lembata.

Frederik menyebut, ASDP bertanggungjawab penuh pada perbaikan pelabuhan Fery Waijarang. Tugas Dinas Perhubungan Provinsi hanyalah sebatas memfasilitasi berbagai pihak untuk perbaikan.

Terkait dengan permintaan masyarakat Lembata agar dilakukan uji coba sandar Fery di pelabuhan tersebut, Frederik mengatakan bahwa permintaan tersebut tidak dapat dilakukan mengingat kondisi pelabuhan yang tidak memungkinkan.

Jika dilakukan uji coba sandar, maka yang ditakutkan adalah hal tersebut hanya akan memperparah kondisi kerusakan pada pelabuhan Fery Waijarang. Informasi ini ia peroleh dari pihak manajemen ASDP Fery Cabang Kupang.

“Keterangan dari manajemen ASDP mengatakan bahwa tidak ada kapten yang berani melakukan uji sandar. Takut beresiko, kalau sandar kerusakan menjadi lebih besar,” ungkap Frederik, Senin (13/04/2026).

Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak ASDP agar bisa melakukan perbaikan pelabuhan Fery Waijarang secepatnya.

Informasi yang diperoleh dari General Manager ASDP Cabang Kupang, saat ini pihak ASDP sedang dalam proses untuk menentukan siapa yang mendapatkan pekerjaan perbaikan pelabuhan Waijarang.

ASDP menargetkan, akhir April atau awal Mei sudah ada pemenang tender proyek perbaikan pelabuhan Fery Waijarang, sehingga perbaikan pelabuhan Fery Waijarang bisa segera dikerjakan.

“Jadi, mereka harus pastikan pelabuhan itu harus diperbaiki dulu, dan kemudian setelah diperbaiki, baru mereka berani melakukan tes uji sandar,” ungkapnya.

Pada prinsipnya, lanjut Frederik, Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur bertugas melakukan fasilitasi terhadap pemerintah Kabupaten Lembata dan pihak ASDP, agar persoalan tersebut bisa segera diselesaikan karena menyangkut pelayanan publik.

“Saya juga sudah sempat lakukan koordinasi, dibantu oleh Pak Victor Mado Watun yang adalah anggota DPRD Dapil I Provinsi NTT,” pungkasnya.

Ia berharap, perbaikan bisa segera dilakukan agar arus keluar masuk barang dan jasa melalui pelabuhan Fery Waijarang bisa normal, dan pelabuhan Waijarang bisa melayani masyarakat Lembata seperti semula. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan