KLIKFLOBAMORA.COM— Pengacara dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kupang, Fransisco Bernando Bessi mengungkap cara yang dipraktekkan oleh admin akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’ untuk memeras para korban yang diumbar aibnya di media sosial Tiktok.
Hal tersebut dikatakan oleh Sisco Bessi kepada awak media, Senin (20/04/2026) pagi di Kantor Pengacara, Mediator, dan Auditor Hukum, Fransisco Bernando Bessi S.H., M.H., C.Me., CLA & Partners di Jl. Jend. Soeharto, Kota Kupang.
“Modusnya sederhana. Mereka pasang foto A, foto B, lalu mereka sendiri yang komentar pakai akun palsu mereka sendiri. Setelah itu mereka kirim ke korban, yang kemudian korban mencari cara untuk take down video ini,” ungkap Sisco Bessi.
Lanjut lagi, setelah itu korban yang ditarget kemudian berusaha untuk menghubungi admin atau orang lain (perantara) yang katanya kenal dengan admin. Dari situ proses transaksional terjadi (uang dikasih).
Sisco menjelaskan, admin memang sengaja tidak menunjukkan dirinya (jaga kerahasiaan), sehingga korban harus melalui saksi-saksi yang bekerja sama dengan admin guna mengeksekusi pembayaran (uang), yang kemudian diserahkan ke admin.
Sebenarnya, kata Sisco, banyak korban yang sudah mengetahui para pelaku yang mengoperasikan akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’, bahkan ada yang sampai membawa massa untuk menggruduk terduga pelaku tetapi tidak punya bukti valid.
Ia mengaku, saat ini sudah terverifikasi 4 orang terduga pelaku yang mengelola akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’, tetapi ia enggan menyebut nama para terduga pelaku karena itu telah masuk pada rana kepolisian.
“Terverifikasi empat terduga pelaku, tetapi saya tidak menyebut identitas. Hanya spill kecil-kecil saja, ada yang ikut berkomentar di akun facebook saya, itu dia salah satu terduga pelaku,” pungkasnya.
Lebih lanjut Sisco Bessi mengungkap kebusukan lain dari admin Tiktok ‘Lika Liku NTT’. Katanya, admin Tiktok ‘Lika Liku NTT’ memeras korban yang sama tidak hanya sekali saja. Kadang, korban yang diperas dua sampai tiga kali, tergantung peluang yang dilihat.
“Contoh, dia mulai dari main halus. Kalau lihat orang, dua juta setengah, mulai. Setelah kasih uang pun, keliatannya bisa lagi. Minta lagi sepuluh juta, kalau gak mau dia posting lagi,” jelas Sisco Bessi.
Cara kerja seperti ini, menurut Fransisco Bessi, didapat dari informasi valid salah seorang Anggota DPRD di Kota Kupang yang pernah menjadi korban dari akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’.
Menurut kesaksian korban tersebut, pemerasan yang dilakukan dengan nominal uang yang bervariasi, dan dijalankan oleh beberapa orang, karena tidak mungkin dijalankan seorang diri.
“Bayangkan, kalau setiap hari mereka posting minimal 3 orang, maka minimal satu bulan mereka dapat 90 orang. Dari 90 orang, minimal kita ambil 5 orang saja dan per orangnya 10 juta, maka 50 juta per bulan,” kata Sisco Bessi.
Ia menambahkan, dengan terbongkarnya para pelaku di balik akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’, apresiasi perlu diberikan kepada penyidik Dirkrimsus Polda NTT yang telah bekerja keras mengungkap siapa admin Tiktok ‘Lika Liku NTT’, karena sejak awal banyak pesimisme publik dialamatkan untuk penyidik. ***
Penulis: Don Bosko Beding






