KLIKFLOBAMORA.COM – Ketua Komisi 3 DPRD Provinsi NTT, Yohanes De Rosario atau biasa disapa Baba Hoat, memberikan komentar atas hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS _LB), Kamis, 15 Mei 2025.
Ketua Komisi Fraksi Golkar itu memberi apresiasi terhadap hasil RUPS_LB atas kerja dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan pemegang saham dari 22 Kabupaten/Kota.
Dalam hal ini Ia mengapresiasi hasil RUPS yang telah menetapkan Yohanis Praing sebagai Plt., dan beberapa dewan direksi/calon dewan direksi, dan juga komisaris utama dan komisaris independen.
Namun Hoat memberi beberapa catatan kepada Bank NTT dan Pemegang Saham Pengendali serta para pemegang saham, terkait kerja sama antara Bank NTT dengan Bank Jatim.
Menurutnya, terkait kerja sama dengan bank Jatim sebetulnya Bank NTT dirugikan jika melihat dari pembagian deviden dan laba serta penempatan posisi direksi dan komisaris. Menurutnya, Bank NTT akan dirugikan karena posisi-posisi strategis ditempati oleh Bank Jatim.
“Sebenarnya ada beberapa posisi-posisi strategis ditempati oleh Bank Jatim. Dan menurut saya sebenarnya itu kita dirugikan. Saran saya agar durasi waktu jangan lama untuk segera terlepas dari Bank Jatim,” ungkap Hoat.
Hoat juga memberi catatan lebih lanjut bahwa Ia mendukung statement Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, bahwa Bank NTT sebenarnya mengelola aset yang besar ±16T dan modal investasi ±13T tapi deviden dan laba yg disetor ke pemerintah untuk masuk sebagai kontribusi untuk PAD terbilang kecil.
“Deviden dan laba yang masuk pemerintah itu kecil, sehingga perlu ada perbaikan kedepan, agar Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Bank NTT bisa diturunkan. Jangan terlalu besar supaya bisa bantu pemerintah dalam penguatan fiskal propinsi dan fiskal daerah,” ujar anggota DPRD Provinsi perwakilan Flores Timur, Lembata, dan Alor ini.
Berikutnya Hoat juga memberi catatan terkait kredit-kredit macet dan inovasi perbankan di tubuh Bank NTT. Ia meminta agar agunan-agunan kredit harus diklaim dan dicairkan supaya bisa memperkecil atau menutupi NPL (Non-Performing Loan).
Selain itu Bank NTT perlu memperbanyak mesin-mesin ATM di kota-kota karena salah satu penyebab orang tidak menyimpan di Bank NTT adalah ketersediaan mesin-mesin ATM di kota-kota. ***
Penulis: Don Bosko Beding






