KLIKFLOBAMORA.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menggelar acara Launching One Village One Product (OVOP) yang mengusung tema Gerakan Beli Produk NTT, Selasa 27/5/2025.
Acara yang berlangsung meriah dengan diiringi musik serta tarian daerah itu, menghadirkan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emy Nomleni beserta anggota, Konsulat Jepang, Konsulat Timor Leste, dan sejumlah Kepala Daerah se-Nusa Tenggara Timur beserta unsur Forkopimda.
Viktor Manek, S.Sos., M.Si., Ketua Panitia Pelaksanaan Launching One Village One Product, Gerakan Beli Produk NTT dalam sambutannya mengatakan, launching OVOP kali ini bukan sekadar peluncuran produk, melainkan sebuah ekspresi rasa dan karya.
“OVOP adalah wujud martabat diri karena ada potensi lokal, kemampuan beradaptasi, dan kerja keras para pelaku usaha yang terekspresi dalam satu produk yang menggambarkan kebanggaan dan keunikan,” tutur Viktor Manek.
Dalam sambutannya, Manaek juga menjelaskan ada 44 produk OVOP yang akan diluncurkan. Ke-44 produk itu, menurut Manek, telah melalui serangkaian proses sebelum diluncurkan.
“Jadi ada 44 produk yang akan diluncurkan. Semuanya sudah melalui rangkaian proses seperti pemetaan potensi dan keberlanjutan bahan baku, penilaian desa satelit, identifikasi pembeli, jalur distribusi, serta analisis aspek legalitas dan pendampingannya,” tutur ketua panitia yang juga menjabat sebagai Kadis PMD.
Lebih lanjut Manaek mengungkap, ada 3 produk telah mendapatkan pendampingan yang kini telah berakhir. Sementara 4 UMKM dari 2 Kabupaten masih mendapat pendampingan dari pemerintah kabupaten, namun telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi untuk pendampingan lebih lanjut, sementara ada 37 produk masih belum mendapat pendampingan.
“Pendampingan provinsi berfokus pada berbagai aspek penting, seperti peningkatan kualitas produksi, bantuan sarana prasarana produksi, kemasan, labeling, pengurusan izin edar (BPOM dan Halal), pengurusan Barcode dan QRIS, serta penguatan pemasaran digital dan promosi produk sepanjang tahun 2025,” ungkap Manek.
Diakhir sambutannya, Manaek meminta kepada Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena untuk secara resmi meluncurkan OVOP NTT, Gerakan Beli Produk NTT, serta Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah, serta memberi arahan strategis dalam langkah pertama kebangkitan ekonomi NTT yang berbasis pada potensi lokal melalui OVOP.
Sekedar diketahui, program One Village One Product (OVOP) merupakan salah satu agenda prioritas 100 hari kerja Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma.
OVOP sendiri merupakan pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk unik dan berkelas global dengan memanfaatkan sumber daya lokal, demi perbaikan ekonomi masyarakat. ***
Penulis: Don Bosko Beding






