KLIKFLOBAMORA.COM – Dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur baru-baru ini menjadi sorotan akibat beredar dan viral di media sosial X SMK Negeri 2 Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, lantaran fisik bangunan sekolah yang masih berdinding bambu.

Dalam video berdurasi 1 menit 20 detik itu tampak kepala sekolah SMK Negeri 2 Amfoang Selatan, berlatar bangunan sekolah, memberi keterangan terkait kondisi fisik sekolah sembari meminta bantuan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. NTT untuk memperhatikan sekolah tersebut.

Sontak ragam reaksi bernada kecaman masyarakat maya, membanjiri kolom-kolom komentar di video tersebut. Mereka menyayangkan dan menuduh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak memberi perhatian yang serius kepada sekolah tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., Senin, 19/5/2025, memberikan klarifikasi. Ambrosius menerangkan bahwa sekolah tersebut baru mendapat izin operasional pada tahun 2023, yang artinya sekolah itu baru berdiri di tahun 2023 sehingga belum tersentuh penuh.

Ia mengklaim bahwa Pemprov sebenarnya sudah memberikan perhatian kepada SMK Negeri 2 Amfoang Selatan, meski perhatian itu diberikan secara bertahap karena harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, mengingat di NTT ada 1027 sekolah yang harus diperhatikan.

“Kita punya sekolah negeri ada 1027, baik itu SMA, SMK, dan SLB yang ada di NTT. Sekolah-sekolah negeri itu kita intervensi secara bertahap karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kita. Jadi kalo bilang Pemprov tidak perhatikan itu tidak sepenuhnya benar,” sanggah Kadis Pendidikan, Ambrosius Kodo.

Ambrosius juga menerangkan, kemarin-kemarin belum ada alokasi ke SMK itu karena pemerintah juga masih memperhatikan sekolah-sekolah yang lain, tetapi di tahun 2025 ini pemerintah sudah memberikan perhatian kepada SMK Negeri 2 Amfoang Selatan.

“Tahun ini kita sudah beri perhatian untuk itu. Kita alokasikan 1,5 miliar rupiah dengan rincian, ruang praktek siswa 700 juta rupiah, dan alat praktek siswa 800 juta rupiah. Nanti di kali berikut baru kita lihat lagi ruang kelasnya, karena yang paling penting untuk SMK adalah latihan dan keterampilan,” beber Ambrosius.

Terkait dengan alokasi anggaran, apakah sudah disetujui atau belum, Ambrosius mengatakan bahwa alokasi anggaran sudah disetujui dan sudah masuk ke dalam APBD, bahkan sudah dilaporkan juga ke Gubernur. Targetnya tahun ini pengadaan barang dan jasa direalisasikan. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan