KLIKFLOBAMORA.COM – Berbekal pengalaman selama 15 tahun melayani masyarakat akar rumput di lebih dari 50.000 Desa di Indonesia, Amartha Financial (Amartha) terus mendorong ekonomi daerah melalui penyediaan layanan keuangan digital bagi UMKM.
Salah satunya adalah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana Amartha telah menyalurkan permodalan lebih dari Rp1 triliun secara kumulatif, kepada lebih dari 140.000 mitra UMKM perempuan.
Amartha; Memberdayakan Desa dengan Akses Digital

Harumi Supit, Vice President of Public Relations Amartha dalam Diskusi Media Amartha bertema ‘Memberdayakan Desa dengan Akses Digital di Kupang’ menyampaikan, Provinsi NTT memiliki potensi besar di bidang UMKM, baik itu di sektor perdagangan, pertanian, peternakan, hingga ekonomi kreatif seperti kain tenun.
Dalam acara yang dihadiri juga oleh Filipe Lelo Bere, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT serta Yose Shariati, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Harum Supit menyatakan keyakinannya terhadap tumbuh kembang UMKM-UMKM apabila membangun kemitraan dengan Amartha.
Ia meyakini UMKM-UMKM lokal di NTT tersebut akan terus berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga dengan keterlibatan Amartha sebagai mitra kerja UMKM, baik itu lewat pendanan modal kerja produktif dan pendampingan kewirausahaan bagi pelaku UMKM-UMKM tersebut.
“Di NTT sendiri, Amartha telah hadir sebagai mitra pendanaan modal kerja dan juga melakukan pendampingan kewirausahaan sejak tahun 2023. Mitra kerja Amartha adalah UMKM-UMKM yang dijalankan oleh kaum perempuan,” terang Harum Supit, Rabu 29/10/2025 di Hotel Harper, Kupang.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, Amartha dalam membangun kemitraan dengan UMKM yang ada di NTT, memberi akses pembiayaan produktif yang terjangkau bagi UMKM yang tersebar di Flores, Sumba, Timor, dan juga Lembata.

Kemitraan dengan Amartha ini menjadi langkah solutif bagi pengembangan UMKM-UMKM di NTT sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga para pelaku UMKM yang bermitra dengan Amartha.
“Akses pembiayaan produktif yang terjangkau serta pendampingan kewirausahaan, menjadi solusi bagi mitra UMKM untuk terus tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, kehadiran Amartha lewat teknologi yang dapat menjangkau UMKM di pedesaan turut berkontribusi dalam mengakselerasi adopsi digital bagi pelaku UMKM yang berada di NTT.
Banyak UMKM-UMKM desa di NTT pun mulai menggunakan aplikasi AmarthaFin untuk melakukan pembayaran digital hingga mendapatkan modal kerja.
“Ke depan, kami berharap Amartha dapat terus menjangkau ratusan ribu UMKM lainnya di wilayah Nusa Tenggara, agar dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutup Harumi.
Sementara itu, Filipe Lelo Bere, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT turut memberikan pemaparan mengenai lanskap UMKM di NTT.
Bere mengungkapkan, pemerintah sepenuhnya menyadari peran penting UMKM dalam menopang perekonomian daerah di wilayah NTT, sehingga tidak heran apabila pemerintah terus mendorong pertumbuhan UMKM-UMKM lewat berbagai program peningkatan kapasitas pengusaha lintas sektor.
Salah satunya adalah mendukung dan mendorong UMKM lokal untuk bermitra dengan Amartha seperti saat ini, sehingga diharapkan UMKM-UMKM lokal semakin berdaya dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jadi, kami terus mendukung pertumbuhan UMKM lokal melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk bermitra dengan Amartha. Kami sadar bahwa UMKM lokal memiliki potensi ekonomi besar, baik dari segi ekstraktif maupun kreatif, yang dapat diberdayakan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi daerah yang kuat,” ungkap Bere.
Mengenal Amartha Financial :
Amartha merupakan perusahaan teknologi finansial yang didirikan pada tahun 2010 dan dikenal dengan brand “Amartha”. Amartha Financial (PT Amartha Financial Group beserta anak perusahaannya) menghadirkan layanan keuangan digital yang lengkap dan dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali Nusra, melalui aplikasi AmarthaFin.
Amartha Financial mencakup PT Amartha Mikro Fintek, pemegang lisensi pendanaan produktif; PT Amartha Warbler Finance, pemegang lisensi pembiayaan tunai, keduanya berizin dan diawasi oleh OJK; serta PT Amartha Finansial Asia, pemegang lisensi uang elektronik (dompet digital) yang berizin dan diawasi oleh Bank Indonesia.
Melalui AmarthaFin, pengguna dapat mengakses layanan pembiayaan modal kerja, pembayaran digital, PPOB, penyaluran zakat, serta fitur investasi yang menghubungkan masyarakat desa dengan investor nasional maupun global.
Hingga saat ini, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp35 triliun modal usaha kepada 3,3 juta UMKM perempuan, guna memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.***
Penulis: Don Bosko Beding






