KLIKFLOBAMORA.COM – Sepekan yang melelahkan bagi pemimpin dan masyarakat NTT. Darah, air mata, dan senyum pengharapan seperti kulit dan daging, tipis dan sedekat itu. Salah menginterpretasikan berarti kulit atau daging menjadi korban pikiran kritis menyikapi kompleksitas krisis di masyarakat saat ini.

Mulai dari tanah Marapu, Pulau Sumba, seorang pegawai operasional kalah terhadap tekanan dunia kerja yang tak sebanding dengan upah yang ia peroleh. Hasilnya, Ia harus berurusan dengan hukum setelah emosi jiwa meronta lewat sebilah pisau yang menembus tubuh seorang ASN di wilayah itu.

Lanjut menuju ujung Capo De Flores, Pulau Flores, amarah alam mengangkasa dari puncak Lewotobi Laki-laki, Flores Timur. Debu letusan serta kepanikan masyarakat Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang, bercampur dalam derai air mata, meminta uluran kasih atas dampak bencana yang menyesakan ruang dada dan keterbatasan gerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga di Eropa, senyum harapan akan keberlanjutan masa depan NTT mampu melintasi batas-batas negera di belahan dunia barat. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, pada saat bertepatan dengan kejadian di Sumba dan Flores Timur, sedang berada di Polandia dan Vatikan, membawa misi pembangunan NTT lewat gaung Ayo Bangun NTT. ***

Puncak Amarah Operator Sekolah Tembusi Tubuh Kasie Kurikulum SD pada Dinas PPO Kabupaten SBD

Senin, 16/06/2025, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), seolah menjadi gelanggang peristiwa kriminal yang dilakukan oleh seorang operator Sekolah Dasar (SD) Katolik Ilhaloko, Kecamatan Kodi Utara, (IKS, 25 Th) terhadap Kepala Seksi Kurikulum SD pada Dinas PPO (ALB, 45 Th).

Peristiwa itu terjadi lantaran pelaku IKS merasa kesal setelah berkas pencairan Dana BOS untuk SDK Ilhaloko, oleh korban ALB dinyatakan belum lengkap sehingga IKS diminta untuk terlebih dahulu melengkapi berkas adminstrasi Dana BOS tersebut.

Alhasil, sekembalinya IKS setelah melengkapi berkas, ia membawa serta sebilah pisau dan menghunuskan ke tubuh korban sebanyak dua kali. Darah bercucur di sekujur tubuh korban. Situasi tenang berubah jadi hiruk pikuk kepanikan seluruh pegawai kantor.

Korban ALB (46 Th) dilarikan ke rumah sakit guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut. Sementara IKS, langsung diamankan oleh sejumlah pegawai kantor dan selanjutnya oleh Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Reskrim Polres Sumba Barat Daya, diperoleh keterangan, IKS melakukan penikaman karena dilatari oleh rasa frustasi yang dialaminya. IKS merasa diperlakukan tidak adil. 

Sementara itu, IKS juga semakin kesal karena tuntutan kerja yang profesional, tidak sebanding dengan upah yang diterimanya. Ia mengaku, sudah 6 bulan gajinya belum dibayar sementara ia harus bolak-balik ke Kantor Dinas P&K Kabupaten Sumba Barat Daya.

Kasus ini masih dalam proses penanganan lebih lanjut oleh pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Resor Sumba Barat Daya, sambil menunggu korban ALB sembuh untuk dimintai keterangannya guna kejelasan seperti apa duduk persoalannya dan langkah-langkah selanjutnya.***

Murkah Alam di Puncak Lewotobi Laki-laki, Ekonomi Masyarakat Sekitar Luluh

Sehari berselang, Selasa, 17/06/2025 senja yang seharusnya teduh menenangkan di Lembah Hokeng, berubah jadi neraka menakutkan bagi ribuan penghuni sekitaran lereng Gunung Lewotobi Laki-laki. Gemuruh keras dari puncak Lewotobi Laki-laki memecah keheningan.

Kepulan asap dari kawah menganga Lewotobi Laki-laki, memuncak hingga ketinggian 10 km lebih. Asap putih keabu-abuan terlihat hingga jauh ke seberang Pulau Timor, yang sedang asik-asiknya menikmati kemuning sunset di kaki langit barat.

Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi. Seketika hujan abu dan kerikil berhamburan. Warga sekitar radius aman 6 km dari pusat erupsi turut serta berhamburan, panik, dan bergegas menyelamatkan dirinya masing-masing.

Aktivitas ekonomi macet total. Mereka lebih banyak mengurung diri di lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh Pemerintah, baik itu di lokasi Hunian Sementara (Huntara), juga di lokasi Hunian Tetap (Huntap) yang berada di Kecamatan Wulanggitang.

Seorang warga Boru berinisial EKS (34 Th) memberi kesaksian, sepulang kerja dari tempat kerjanya yang berada di Desa Konga, ia menyempatkan diri melihat rumahnya di Desa Boru. Di saat itu, tiba-tiba saja Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi.

Ia lantas sesegera mungkin melarikan diri dari rumahnya, tempat ia beserta istri dan anaknya menghabiskan waktu sebagai keluarga bahagia. Saat ini, setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki 7 bulan yang lalu, istri dan kedua anaknya mengungsi ke sebuah kampung di Selatan Gunung Lewotobi.

“Saya baru pulang kerja. Jauh sekali jarak tempat kerja dengan istri anak saya. Kami semua di tempat pengungsian. Capek bolak-balik. Jadi saya istirahat sedikit di rumah. Dan tiba-tiba saja, Gunung meletus lagi,” ceritanya kepada KLIKFLOBAMORA.COM.

Aktivitas perekonomian daerah sekitar, khususnya Kecamatan Titehena dan Wulanggitang macet total. Apalagi, jalan utama menuju Maumere, kota yang menggerakkan roda perekonomian di kedua kecamatan itu, berada di jalur terdampak erupsi.

Jalur transportasi yang menghubungkan Maumere (Kab.Sikka) dan Kabupaten Flores Timur menjadi terganggu. Para pengungsi yang kini hanya berharap bantuan dari pemerintah untuk kehidupan mereka menjadi semakin dilematis.

Pertanyaannya, jika keadaan tidak segera pulih, bagaimana dengan nasib hidup mereka. Sementara mobilitas terhalang dan pekerjaan semakin tak menentu. Bagaimana nasib masa depan anak-anak mereka?

Situasi yang tengah dihadapi oleh masyarakat sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mendapat respon cepat dari Pemerintah, baik Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten).

Berkoordinasi dengan semua pihak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur, melakukan rapat membahas rencana dan langkah strategis penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Kita pastikan bahwa kebutuhan masyarakat masih kita penuhi dengan baik. Jadi kebutuhan masyarakat yang ada di pengungsian kita penuhi dengan baik,” ungkap Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. ***

Gaung Ayo Bangun NTT Bergema di Eropa

Ketika Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Flores Timur, sedang mengalami bencana kemanusiaan dan bencana alam, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur menggemakan slogan Ayo Bangun NTT di Eropa, persisnya di Polandia, Vatikan, dan Italia.

Gubernur Melki Laka Lena menghadiri undangan acara pembukaan Bali Indah Cultural Park di Dollina Charlotty, Polandia, Selasa, 17/06/2025.

Kehadirannya bukan sebagai simbol, tetapi membawa misi khusus untuk menggerakkan NTT ke arah yang lebih baik. Di Polandia, Gubernur Melki bertemu dengan para pebisnis dan menyampaikan visi pembangunan Nusa Tenggara Timur menuju NTT yang sejahtera.

Rabu, 17/06/2025, Gubernur Melki berkunjung ke Vatikan, Roma. Ia menyampaikan gambaran tentang Nusa Tenggara Timur terkini pada diaspora NTT yang sedang mengabdi di Roma.

Gubernur Melki juga menyampaikan, segala yang baik yang didapatkan oleh warga diaspora Nusa Tenggara Timur bisa disampaikan agar menjadi input berharga bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur.

“Saya berharap, hal-hal baik yang diperoleh dan dialami diaspora NTT di luar negeri ini, bisa dibagikan dan diterapkan untuk kemajuan kampung halaman kita, NTT,” ujar Melki dalam dialog tersebut.

Kepada warga diaspora NTT di Roma, Gubernur Melki mengatakan, kunjungannya ke Roma tidak hanya menjadi agenda diplomatik, tetapi memberi semangat, harapan, dan rasa ingin pulang ke NTT bagi warga diaspora di Roma.

“Kunjungan ini tak hanya menjadi agenda diplomatik, juga bukan hanya sekadar temu kangen, tapi sebuah hadiah yang memberi semangat, harapan, dan rasa pulang di tanah rantau; sebuah pelukan hangat dari rumah dan oase di tengah kerinduan bagi warga NTT di Roma,” tutup Melki.

Lanjut lagi, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena juga melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, Italia, Kamis, 19/06/2025.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Melki mendorong diplomasi budaya dan promosi pariwisata NTT ke Eropa. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana penyelenggaraan Tour de ENTETE (Tour de Nusa Tenggara Timur), sebuah ajang balap sepeda Internasional yang akan digelar pada September 2025 mendatang.

“Tour de ENTETE bukan hanya lomba olahraga, tetapi juga ajang promosi visual dan budaya tentang keindahan serta keragaman NTT,” ujar Gubernur Melki.

Tour de ENTETE dirancang untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan di berbagai kabupaten di NTT, termasuk rute-rute ikonik seperti tanjakan Bajawa, tikungan Flores, hingga pesisir Labuan Bajo. ***

Catatan Akhir Pekan Red Aksi, Bukan Redaksi

Melihat aktivitas Gubernur NTT Melki Laka Lena di Eropa ketika NTT sedang tidak baik-baik saja, rasanya wajar jika banyak kritikan terkait dengan kunjungan Gubernur NTT ke luar Negeri mencuat secara gamblang ke permukaan publik. Mereka beranggapan bahwa Gubernur Melki kurang peduli dengan situasi dan kondisi di Nusa Tenggara Timur.

Alasannya sederhana, di saat darah dan air mata masyarakat Nusa Tenggara Timur mengucur, Gubernur Melki malah berada di luar negeri. Alih-alih seharusnya kembali ke NTT dan membatalkan sisa agenda di tanah Eropa, Gubernur Melki malah tetap berada di Eropa dan terus menyelesaikan agenda kunjungannya di Eropa.

Bahkan, ada yang menyangkutpautkan perjalanan Gubernur NTT ke Polandia, Vatikan, dan Italia tersebut membawa agenda terselubung terkait proyek Geothermal yang ditolak oleh kaum klerus di NTT, sehingga tidak segera pulang di saat kondisi NTT sedang tidak baik-baik. Mereka menduga bahwa Melki sedang memainkan strategi ‘Intervensi Vatikan’ terhadap kaum klerus yang kukuh menolak Geothermal dengan berbagai alasan.

Namun, Red Aksi mengajak kita melihat secara dewasa, objektif, dan tanpa kepentingan, memberi pikiran jernih menanggapi kritik yang juga belum tentu benar adanya. Menurut Red Aksi, Gubernur Melki bukan acuh tak acuh terhadap kondisi NTT terkini tetapi lebih dari pada itu. Ia justru sedang menunjukkan tanggung jawab yang besar sebagai seorang pemimpin bagi keseluruhan masyarakat NTT.

Kunjungannya ke luar negeri (sudah diagendakan sebelum bencana) atas dasar keprihatinannya terhadap Nusa Tenggara Timur. Bukan berwisata ria tetapi bagian dari kampanye membawa NTT menuju kesejahteraan, termasuk dengan apa yang sedang terjadi di Sumba dan Flores Timur khususnya.

Di Eropa, Gubernur Melki tidak tutup mata. Ia terus memantau situasi di NTT, melakukan rapat-rapat via daring dengan berbagai instansi terkait, lalu menginstruksikan tanggap cepat terkait segala persoalan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

Semestinya, kita berpikir jernih bahwa kunjungan Gubernur Melki ke Polandia, Vatikan, dan Italia merupakan langkah konkret dari niatnya membangun NTT, bukan menghindari tanggung jawab seperti isu yang berseliweran di media sosial, termasuk isu geothermal yang sedang hangat-hangatnya menjadi topik pembahasan di berbagai platform digital.

Kejadian yang terjadi pada sepekan ini, hanya sebuah ketiba-tibaan atau diluar prediksi semua orang. Di Sumba karena spontanitas dari pelaku meski yang berhembus di media, sebagai akibat dari kesalahan Pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat NTT.

Sementara di Flores Timur, terkait dengan erupsi Gunung Lewotobi adalah fenomena alam yang bahkan teknologi sekalipun tidak bisa secara akurat memprediksi kapan terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Sementara Gubernur Melki, sebelumnya telah memiliki agenda yang harus dieksekusi. Bukan berarti kejadian di NTT tidak penting, tetapi waktu dan kesempatan melihat ke depan yang harus membuatnya mengambil keputusan sulit, tetapi memiliki dampak positif di masa depan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Yang dilakukan Gubernur Melki selaras dengan apa yang dimaksud dalam teori Kontingensi yang mana pemimpin berorientasi pada tugas, dan tidak situasional. Seorang pemimpin memiliki kuasa kendali yang solid atas struktur organisasi di bawahnya.

Artinya apa yang terjadi di NTT saat ini hanya bersifat situasional, dan bisa diatasi oleh seorang pemimpin yang memiliki kuasa kendali lewat struktur organisasi yang solid. Sementara melanjutkan agenda kunjungan merupakan pemimpin yang berorientasi pada masa depan yang efisien bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, Red Aksi mengajak semua kita untuk tetap memberikan dukungan penuh atas langkah-langkah strategis Gubernur Melki secara jernih, dan tanpa pemikiran subjektif yang justru akan menghambat pembangunan di NTT. Akhirnya, mari kita bersama membangun NTT tercinta. Ayo Bangun NTT.

Salam Hormat,

Red Aksi bukan Redaksi

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan