KLIKFLOBAMORA.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meresmikan (kick-off) pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), di Kabupaten Rote Ndao.
Luas lahan K-SIGN yang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut mencapai 10 ribu hektare. Selain meresmikan K-SIGN, Trenggono juga melakukan penandatangan kerja sama antara KKP dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait pembangunan modeling lahan garam.
“Saya bersyukur dan senang sekali karena dari kunjungan kami bersama Bupati/Walkota se NTT di Jakarta setelah dilantik hasilnya sudah datang,” ungkap Melki di sela acara peresmian.
Ia mengungkapkan, kedatangan Menteri ke wilayah Nusa Tenggara timur ini menjadi berkat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Lebih lanjut, sedikit berkelakar Gubernur Melki mengatakan di NTT urusannya hanya dua, yakni terang dan garam.
“Terkait terang menjadi urusan Perusahaan Listrik Negara (PLN), sementara urusan garam menjadi urusan Menteri KKP. Sehingga jadilah terang dan garam dunia. Kalau terang dan garam sudah datang, berarti kami yakin NTT lebih sejahtera,” ungkap Melki.
Sementara itu, dalam acara Kick off K-SIGN tersebut, Menteri KKP menyampaikan kawasan ini terbagi menjadi 10 zona produksi, dengan target produksi sebesar 200 ton per hektare per tahun. Zona 1 diharapkan sudah mulai berproduksi pada Maret 2026.
Untuk anggaran pembangunan K-SIGN ini, Menteri KKP mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung proyek ini, dengan total nilai mencapai Rp2 triliun.
“Tahap pertama akan dibangun Rp750 Miliar. Lalu nanti tahun kedua, Rp1 Triliun lebih, dan tahun ketiga dibangun lagi, sehingga betul-betul bisa memenuhi stok garam nasional sejumlah 5 juta ton, dan dari sini harapannya bisa diproduksi lebih dari 2,6 juta ton, untuk memenuhi kebutuhan garam nasional,” urai Trenggono.
Trenggono juga menegaskan, lewat proyek tambak ini nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan secara masif dan diperkirakan, sebanyak 26.600 – 50.000 orang akan terserap bekerja di tambak garak, baik di sektor hulu maupun hilir. ***
Editor: Bosko Beding






