KLIKFLOBAMORA.COM – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri pertemuan Pastoral XII Regio Gerejawi Nusa Tenggara (Nusra) di Gedung OMK Keuskupan Larantuka, Rabu (2/7). Tema yang diangkat dalam Pertemuan Pastoral ke-12 ini yakni Gereja Berwajah Migran, Berziarah Dalam Harapan : Mencari Praksis Pastoral’.

Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh Uskup Regio Gerejawi Nusra yakni Uskup Agung Ende, Uskup Agung Kupang, Uskup Denpasar, Uskup Labuan Bajo, Uskup Ruteng, Uskup Maumere, Uskup Larantuka, Uskup Weetebula dan Uskup Atambua; Utusan dari Keskupan Transit yakni Uskup Pangkal Pinang, utusan dari Keuskupan Tujuan di Malaysia mencakup Keuskupan Kota Kinabalu, Keuskupan Keningau dan Keuskupan Sandakan, Kementerian P2MI, Utusan dari Komisi Kerawam KWI, para pegiat LSM dan para delegasi dari  Keuskupan Regio Nusra.

Dalam sambutannya Gubernur NTT mengajak para Uskup se-Regio Gerejawi Nusra untuk bersama-sama menangani persoalan Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTT yang menempuh jalur non prosedural. Gubernur Melki mengungkapkan masalah migrasi tenaga kerja bukan sekadar urusan teknis atau administratif. Namun menyentuh nilai paling dasar yakni harkat, martabat, dan masa depan manusia.

“Di balik setiap pekerja migran, ada harapan yang dipanggul, ada anak-anak yang ditinggalkan, dan ada impian yang dirajut dengan keringat dan air mata. Karena itu, kita semua, tanpa terkecuali, memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan bahwa setiap langkah migrasi dilandasi kepastian hukum, perlindungan sosial, dan rasa aman,” jelas Gubernur Melki.

Menurut Melki, minat masyarakat NTT bekerja di luar daerah maupun luar negeri sangat tinggi serta telah berlangsung lama untuk mencari penghidupan yang layak. Kita tidak bisa melarang siapa pun untuk mencari penghidupan yang lebih baik, tetapi kita berkewajiban mengarahkan dan  memastikan bahwa setiap keberangkatan terjadi dengan dokumen yang sah, keterampilan yang cukup, dan perlindungan yang utuh.

“Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah kabupaten/kota, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, media, dunia usaha, hingga elemen masyarakat sipil agar bersatu dalam gerakan besar membangun sistem migrasi yang aman, legal, dan bermartabat,” kata Gubernur Melki.

Lebih lanjut Gubernur Melki juga mengajak agar para Camat, Kepala Desa, Ketua RT/RW hingga Ketua Kelompok Umat Basis Gereja Katolik, agar menjadi  garda terdepan dalam penyuluhan dan perlindungan serta mewaspadai praktik calo dan perekrutan ilegal yang merampas masa depan warga atau umat.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut juga menghimbau masyarakat untuk tidak mudah tergoda janji manis yang tidak pasti dan berupaya cari  informasi dari saluran resmi serta mengikuti pelatihan.

“Siapkan diri dengan prosedur yang benar. Di balik proses yang tertib, ada keselamatan dan masa depan yang lebih baik. Kepada generasi muda, saya harap agar bangun kompetensi, tingkatkan kapasitas diri,” jelas Melki.

Ia menambahkan, dunia kerja saat ini menuntut keterampilan, sehingga Melki mengimbau agar para PMI untuk menempuh jalur resmi, mengingat PMI nantinya tidak hanya bekerja, tetapi juga menjaga martabat diri dan harga diri daerah. ***AR/DBB

Editor: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan