KLIKFLOBAMORA.COM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, berkesempatan memberikan Orasi Ilmiah pada acara puncak Lustrum VI Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Sabtu, 14/6/2025.

Kehadiran Gubernur Melki pada puncak acara Lustrum VI, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tersebut, sebagai alumni yang diundangan dan diberi kesempatan membawakan sambutan pada moment penting bagi Fakultas Farmasi USD yang sudah ada sejak tiga dekade lalu.

“Hari ini Saya hadir sebagai seorang alumni yang datang tidak hanya sekedar memberi sambutan, tetapi untuk menyampaikan sebuah kesaksian bahwa seorang apoteker bisa bergerak melampaui sekat ruang praktik,” ungkap Melki Laka Lena.

Dalam orasinya Gubernur Melki memberi kesaksian bahwa seorang apoteker juga bisa bersuara dalam forum-forum kebijakan publik, dan bisa berdampak nyata bagi perubahan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia percaya bahwa farmasi adalah profesi kemanusiaan sehingga bukan hanya bicara molekul dan mekanisme aksi, tetapi juga tentang bagaimana satu obat bisa menyelamatkan seorang ibu, satu edukasi bisa menghindarkan anak dari stunting, dan satu layanan bisa memberi harapan hidup yang lebih baik.

Dirinya percaya, alumni Fakultas Farmasi USD Yogyakarta sudah punya semua bekal untuk menjadi pemimpin yang bergerak, yaitu bergerak dengan ilmu, bergerak dengan hati, dan bergerak dengan visi.

Untuk itu, Gubernur Melki mengajak semua apoteker muda untuk tidak hanya bisa membuka apotek, tapi juga harus bisa menjadi penggerak di komunitas dan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.

“Apoteker adalah pelayan sekaligus penggerak. Untuk itu jangan hanya jadi dispenser technician, tetapi jadilah pelayan masyarakat. Buka praktik pelayanan kefarmasian yang terintegrasi, berbasis komunitas, dan solutif,” ajak Melki Laka Lena.

Ia mengukapkan, seorang apoteker harus punya keberanian untuk keluar dari laboratorium, masuk ke komunitas-komunitas, berdialog dengan masyarakat, dan hadir sebagai bagian dari solusi. Apoteker hendaknya tidak hanya paham ilmu, tetapi juga punya nyali untuk melangkah.

“Tiga dekade perjalanan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma bukan hanya tentang berapa lama institusi ini berdiri. Ia adalah perjalanan membentuk karakter, memperkuat nilai, dan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani peduli,” tutup Melki dalam Orasi Ilmiahnya.

Diketahui, Gubernur Melki merupakan lulusan S-1 Fakultas Farmasi Sanata Dharma Yogyakarta (1996-2021). Dalam acara puncak tersebut, Melki membawa Orasi Ilmiah dengan tema  ‘Menjadi Apoteker yang Bergerak dan berdampak: Dari Ruang Praktikum ke Ruang Kebijakan Publik.’ ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan