KLIKFLOBAMORA.COM – Di tengah maraknya berbagai kasus kekerasan yang menimpah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, KemenP2MI melakukan rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin, 11/09/2025 yang lalu di Senayan, Jakarta.
Dalam rapat tersebut, KemenP2MI meminta persetujuan Komisi IX DPR RI mengenai tambahan anggaran sebesar Rp.2,1 Triliun dari pagu anggaran yang dialokasikan untuk KemenP2MI per tahun 2025 yaitu sebesar Rp.546 Miliar.
Menanggapi permintaan Kemen2PMI itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto meminta Kemen2PMI untuk bekerja lebih maksimal lagi, karena menurutnya program perlindungan, persiapan dan penempatan PMI selama ini masih jauh dari target.
Ia berharap, dengan tambahan anggaran fantastis ini, kerja KemenP2MI bisa berdampak lebih besar pada perlindungan PMI di negara tujuan masing-masing dan juga mampu melakukan pengawasan dan pencegahan kepada masyarakat Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri melalui jalur-jalur illegal atau juga non-prosedural.
“Kalau KemenP2MI ingin agar tambahan anggaran Rp.2,1 Triliun itu dipenuhi Menteri Keungan, Bappenas dan Banggar, maka BP2MI harus bekerja keras untuk merumuskan strategi-strategi manajemen strategis yang baik juga,” ungkap Edy Wuryanto.
Menindaklanjuti permintaan Edy Wuryanto, Jumat, 19/09/2025, Menteri P2MI Muktharudin bersama wakilnya bergerak cepat menemui Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Indrianto.
Sebagai kementerian yang memiliki sinergitas dalam kerja, pertemuan antara kedua kementerian ini dalam rangka memperkuat literasi migrasi yang aman dan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Mereka bersepakat untuk mendorong harmonisasi data dan penertiban paspor Pekerja Migran Indonesia agar PMI terdata dan bisa dilindungi, serta terhindar dari tindak pidana perdagangan orang. ***
Penulis: Don Bosko Beding






