KLIKFLOBAMORA.COMKetua Persatuan Tinju Amatir Nasional (PERTINA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., menegaskan rasa optimistis meraih medali emas di PON ke-22 tahun 2028 di NTT-NTB.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Dr. Samuel Haning usai menjadi narasumber pada acara Katong Baomong di stasiun TVRI Kupang, Senin 16 Maret 2026 malam.

Menurutnya, target 4 emas (minimal) yang dibebankan oleh KONI NTT kepada PERTINA merupakan target yang realistis sehingga PERTINA NTT optimis mampu meraih 4 emas pada PON ke-22 tahun 2028 yang akan datang.

“Ya, itu PERTINA NTT akan siap untuk amankan, amanah dari Ketua Umum KONI NTT, Bapak Melki Laka Lena, dan Wakil Ketua Umum 1, Dr. Johni Asadoma serta Pak Sekum, Alfons Theodorus,” pungkas Sam Haning.

Sam Haning menegaskan, PERTINA NTT siap memikul beban di pundak untuk kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur, dan juga pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demi mewujudkan target tersebut, PERTINA NTT saat ini serius melakukan penjaringan lewat berbagai kejuaraan tinju, di antaranya, Rektor Cup, Johni Asadoma Cup, dan Lasarus Laiskodat Cup.

“Kita buat penjaringan atlet tinju lewat berbagai kejuaraan tinju, setelah itu kita saring dan pilih yang terbaik mewakili NTT di PON NTT-NTB,” ungkapnya.

Sementara itu Sekum KONI NTT, Alfons Theodorus, menyampaikan terimakasih kepada Ketua PERTINA NTT yang punya skenario dan strategi persiapan menyambut PON ke-22 tahun 2028.

“Saya pertama terima kasih, Pak Ketum PERTINA NTT sudah menskenariokan beberapa strategi, mulai dari persiapan atlet, penjaringan, maupun penyaringan,” ucap Alfons Theodorus.

Lebih lanjut Alfons Theodorus mengatakan, KONI NTT secara keseluruhan menargetkan 37 emas pada PON ke-22 tahun 2028 di NTT dan target tersebut, menurut Theodorus sangat realistis.

“Target-target kita menurut saya masih cukup realistis untuk mencapai 37 emas, karena memang strategi di KONI sendiri akan kita perhatikan, termasuk cabang-cabang olahraga yang memiliki privilege,” ungkapnya.

Ia menyebut, cabor-cabor seperti angkat berat dan barongsai menjadi privilege KONI NTT, dan saat ini oleh tim prestasi KONI NTT sedang memperhatikan bagaimana resource-nya dalam persiapan-persiapan untuk mengahadapi PON ke-22 mendatang.

“Skema ini tidak lepas dari skenario besar, yaitu target 37 emas dari 12 cabang olahraga, sehingga hal ini memang harus disiapkan secara praktis mulai dari sekarang,” kata Alfons Theodorus.

Pada kesempatan yang sama, Sekum KONI NTT itu juga angkat bicara terkait isu dualisme dalam tubuh PERTINA. Alfons Theodorus secara tegas mengatakan bahwa sampai saat ini KONI hanya mengakui PERTINA sebagai satu-satunya organisasi yang menangani olahraga tinju.

“Yang pasti begini, PERTINA direkomendasikan oleh KONI. Yang diakui KONI cuma PERTINA, dan itu penegasan sudah berulang-ulang disampaikan, sehingga dengan sendirinya di PON nanti PERTINA yang ada. Itu logika yang saya harus sampaikan,” tutup Alfons Theodorus. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan