KLIKFLOBAMORA.COM — Ramai beredar foto dan video di media sosial mengenai kondisi air laut terkini di tepi pantai bagian timur dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor 1, Selasa, 06/01/2026.

Seperti yang tampak pada foto dan video, permukaan air laut yang bening bercampur dengan cairan berwarna hitam, mirip seperti warna batu bara yang menjadi bahan bakar PLTU Timor 1 yang terletak ± 200 m dari lokasi pengambilan foto dan video tersebut.

Dari suara yang terdengar pada rekaman video, perekam video mengatakan bahwa cairan berwarna hitam tersebut merupakan limbah batu bara dari PLTU Timor 1 Kupang yang terletak di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

Menurut pengambil video, limbah batu bara yang berasal dari PLTU Timor 1 itu sangat merusak rumput laut yang dibudidaya oleh para petani rumput laut di sekitar PLTU Timor 1 atau tepatnya di Pantai Air Cina.

Warga Desa Lifuleo, JH, yang bekerja sebagai petani rumput laut di Pantai Air Cina, saat diwawancarai oleh media mengatakan limbah batu bara dari PLTU Timor 1 sering mencemari perairan di sekitar Pantai Air Cina.

“Kejadian seperti saat ini sering terjadi. Tiba-tiba saja air laut terlihat berwarna hitam seperti batu bara. Dan anehnya pihak PLTU tidak memberi keterangan kepada kami petani rumput laut di sini,” pungkasnya.

Dikatakannya pihak PLTU Timor 1 seolah-olah seperti tidak peduli dengan keberadaan rumput laut di sekitar PLTU Timor 1 yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Untuk itu JH meminta agar pihak PLTU Timor 1 lebih berhati-hati lagi dalam mengelola PLTU Timor 1 agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena akan berdampak pada pencaharian masyarakat setempat.

Sekadar diketahui, ratusan bahkan ribuan jiwa yang tinggal di sekitar PLTU Timor 1 bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani rumput laut. Mereka menyebar dari Pantai Tablolong sampai ke Pantai Air Cina.

Hingga berita ini ditulis, baik pihak PLTU Timor 1 dan PT PLN UIW NTT belum memberi keterangan apa-apa terkait limbah batu bara yang mencemari perairan sekitar Pantai Air Cina, Kupang Barat. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan