KLIKFLOBAMORA.COM – Di tengah hiruk pikuk warga yang mengantri sembako murah pada gelaran Pasar Murah yang diadakan DPP I Partai Golkar NTT dalam rangka peringatan HUT Golkar yang ke-61, Sabtu, 04/10/2025 siang, Gubernur NTT yang juga menjabat sebagai Ketua DPP I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena blusukan di tengah kerumunan warga Kota Kupang.
“Saya datang ke sini setelah diberitahu bahwa banyak warga yang mengantri tidak dapat membeli sembako murah karena habis. Untuk itu Saya ada di sini dan memberitahu, nanti yang belum dapat bisa kumpulkan KTP supaya sebentar sore (Pkl.17:00 WITA), kita akan bagi lagi dan semua harus dapat,” ungkap Melki.
Ia menghimbau panitia HUT Golkar, agar warga yang belum mengumpulkan KTP namun masih berada di lokasi, dikumpulkan KTP mereka agar bisa juga mendapat paket sembako murah seharga Rp.60.000, 00- ini.
“Jangan kuatir, semua nanti dapat. Kita kumpulkan KTP agar sore ini yang belum dapat bisa dapat juga. Sekali lagi yang belum dapat, bisa kumpulkan KTP-nya supaya sore bisa dibagikan lagi,” jelas Melki.
Dihadapan warga yang mengantri, Melki mengucap terima kasih kepada para panitia yang sudah menyelenggarakan Pasar Murah dalam rangka peringatan HUT Golkar yang jatuh pada tanggal 20 Oktober mendatang.
“Terima kasih untuk panitia yg sudah siapkan. Ada ibu Libby, sekretaris Partai Golkar NTT, ada juga Heru yang merupakan Ketua HIPMI NTT, dan juga Pak Alen, sebagai bendahara, serta Pak Agus Nahak anggota dewan provinsi asal Malaka,” ucap Gubernur Melki.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Melki mengingatkan agar warga Kota Kupang senantiasa menjaga marwa Kota Kupang sebagai Kota Kasih, dan selalu menjaga perdamaian Kota Kupang, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur secara luas.
“Kemarin ada peraturan dari Pak Walikota kalau pesta sampai jam 12 malam saja. Kalau ada yang pesta sampai lebih dari jam 12 malam, katakan no! Setuju?” tanya Melki dan dijawab setuju oleh pengantri sembako.
Melki juga memberitahu kepada warga terkait polemik Pergub No. 33, bahwa setelah ini Pergub tersebut akan dikaji kembali dan akan disesuaikan dengan aspirasi masyarakat, termasuk dengan polemik terkait tunjangan DPR. Untuk itu, Melki memohon doa dan dukungan dari warga NTT agar semua persoalan bisa segera diatasi dengan baik. ***
Penulis: Don Bosko Beding






