KLIKFLOBAMORA.COMJelang Pawai Paskah GMIT 2026, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., menghimbau masyarakat Kota Kupang agar memaknai kegiatan Pawai Paskah GMIT 2026 sebagai perwujudan kebersamaan dan toleransi.

Himbauan itu diutarakan oleh Wakil Wali Kota Kupang pada sambutannya saat menghadiri Ibadah Paskah dan perayaan HUT ke-28 GMIT Moria Liliba, Minggu (05/04/2026) pagi di Gereja Moria Liliba.

Serena Francis mengatakan, kegiatan Pawai Paskah yang akan digelar besok (6/4) tidak hanya melibatkan umat Kristiani semata, tetapi masyarakat lintas agama pun turut berpartisipasi di dalamnya.

Ia menyebut, suasana kebersamaan yang terjalin saat bulan Ramadan, di mana masyarakat lintas agama turut meramaikan tradisi berburu takjil sebagai contoh dan hal ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa Kota Kupang adalah kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan.

“Kota Kupang adalah Kota Kasih, rumah bersama yang penuh toleransi. Ini terbukti dengan capaian kita yang dalam satu dekade terakhir terus meraih penghargaan sebagai kota toleran di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Kupang, dr. Christian Widodo mengatakan, pemerintah Kota Kupang berencana akan menjadikan Pawai Paskah sebagai ikon Kota Kupang.

Ia menyebut, Pawai Paskah yang rutin dilaksanakan di Kota Kupang setiap tahunnya, dapat dijadikan sebagai wisata religi dari Indonesia Timur, sama halnya dengan wisata religi Semana Santa di Larantuka.

Untuk diketahui Pawai Paskah GMIT 2026 yang rencananya akan digelar pada akhir April, bergeser untuk digelar lebih awal pada Senin (06/04/2026) pagi, Pkl.09:00 Wita.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dipastikan hadir menyaksikan langsung Pawai Paskah GMIT 2026, setelah dr. Chris Widodo dikonfirmasi oleh Sekretariat Wapres.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena Wakil Presiden dapat meluangkan waktu untuk hadir,” ujar dr. Chris Widodo (5/4).

Diharapkan, kehadiran Wapres Gibran ini dapat memberi dorongan lebih agar nilai toleransi di Kota Kupang dan NTT semakin hidup dan menjadi contoh untuk daerah-daerah lain. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan