KLIKFLOBAMORA.COM — Penandatanganan kerja sama antara Bank NTT dan LPK Musubu pada Senin, 19/01/2026, akan menjadi langkah penting dalam pendistribusian Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pasalnya, kehadiran LPK Musubu menjadi wadah yang tepat untuk mempersiapkan para pekerja migran, sedari perekrutan, pelatihan, pembiayaan, perizinan, dan jaminan keselamatan, sebelum diberangkatkan ke negara-negara tujuan.
Selain itu, persoalan pembiayaan yang selama ini menjadi kendala utama keberangkatan PMI ke luar negeri, telah menemukan jalan keluar setelah Bank NTT melakukan penandatanganan kerja sama dengan LPK Musubu terkait Kemitraan Pembiayaan Pekerja Migran.
Dari penandatangan tersebut, Bank NTT kemudian menawarkan skema pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan cicilan yang sangat murah bagi para PMI, sehingga apa yang menjadi kendala para PMI seperti besarnya cicilan pengembalian, bisa teratasi.
Komisaris Utama PT Bank NTT, Charlie Paulus sedikit bercerita bahwa kerja sama Bank NTT dengan LPK Musubu terwujud setelah ia memperoleh informasi bahwa selama ini para pekerja migran NTT melakukan pinjaman ke salah satu Bank di Bali dengan bunga yang sangat mahal.
“Nah, anak-anak ini (PMI) dari apa yang saya dengar, mereka setelah pendidikan membutuhkan biaya untuk pergi. Mereka meminjam uang pada salah satu Bank di Bali dengan bunga yang sangat mahal,” ungkap Charlie Paulus.
Dari informasi tersebut, Ia pun berinisiatif membangun kerja sama antara Bank NTT dengan LPK Musubu terkait pendanaan PMI, dengan memberikan bunga pinjaman yang lebih murah (sebesar 30%) dari yang dibayar oleh para PMI ke salah satu Bank di Bali.
Lantas, Charlie Paulus pun menyampaikan kesiapan Bank NTT untuk membiayai keberangkatan para PMI lewat penandatanganan kerja sama dengan LPK Musubu, yang saat ini sedang berfokus menyiapkan para PMI asal NTT di bidang keperawatan, untuk diberangkatkan ke Jepang.
Menindaklanjuti kerja sama yang sudah terjalin ini, lanjut Charlie Paulus, dalam waktu dekat dirinya akan ke Jakarta untuk membicarakan terkait dengan remittance atau pengiriman uang, agar nanti setelah bekerja, uang dari para PMI langsung dikirimkan ke rekening mereka di NTT.
Sementara itu Wakil LPK Musubu, Yofani Maria RR Francis Yuki menyampaikan bahwa saat ini pihaknya berfokus pada penyerapan tenaga kerja migran di bidang tenaga kesehatan (Nakes) untuk dikirim ke Jepang.
Ia menyebut, NTT memiliki potensi besar di sektor Nakes karena dari 1.000 lebih lulusan perawat di NTT, hanya 15% yang terserap sehingga LPK Musubu memberikan akses bagi lulusan perawat untuk diberangkatkan ke Jepang.
“Kami memberikan akses kepada mereka dengan mempersiapkan kompetensi mereka melalui LPK Musubu, supaya kami ini bisa mengontrol mereka,” ungkap Yofani.
Yofani mengatakan, pihak LPK Musubu berupaya membangun sebuah ekosistem mulai dari perekrutan, pelatihan penguatan kompetensi, sampai pada ujian. Untuk penempatan, LPK telah memiliki izin dari P3MI dengan nama Solusi Bali Berkarya.
Saat ini, lanjut Yofani, untuk pelindungan dan jaminan keselamatan para pekerja migran dan anak-anak, LPK Musubu telah menaruh uang Rp.1,5 miliar pada pemerintah sebagai jaminan karena merupakan suatu kewajiban dari pemerintah.
Ia mengaku, saat ini LPK Musubu telah mengirim 54 tenaga keperawatan yang berasal dari NTT dan telah ditempatkan di berbagai rumah sakit di Jepang serta sudah bekerja sebagai pekerja migran profesional.
Sementara itu, masih sekitar 27 pekerja nakes yang direkrut LPK Musubu yang belum dikirim ke Jepang karena masih menunggu untuk penempatan, selain terkendala pembiayaan.
Oleh karena itu, Yofani menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTT dan Bank NTT karena bersedia menjadi mitra LPK Musubu dan berkomitmen bersama untuk mendukung penempatan PMI yang terencana, aman, dan berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Komisaris Utama Bank NTT, karena salah satu masalah utama bagaimana anak-anak kita bisa punya akses adalah masalah biaya, dan kita sudah dapat jalan keluarnya lewat kerja sama ini,” tutup Yofani. ***
Penulis: Don Bosko Beding






