KLIKFLOBAMORA.COM — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi PDI-P, Nelson Matara, mengkritik pidato Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada sidang paripurna DPRD NTT, Jumat (20/02/2026) siang.
Ia menyebut, dalam pidatonya Gubernur NTT terkesan menyembunyikan sejumlah hal dari publik. Gubernur Melki dikatakan tidak transparan terkait data stunting dan dampak dari program-program nasional.
“Dampak dari program nasional itu tidak ter-cover dalam pidatonya tadi. Itu artinya tidak nyambung antara program nasional dengan program yang ada di Nusa Tenggara Timur,” pungkas Nelson.
Lebih lanjut Nelson Matara berkomentar, jika bicara angka kemiskinan dan angka stunting maka gubernur perlu menyampaikan data stunting secara terbuka, bukan malah menyembunyikan data-data terkait kemiskinan di NTT.
Ia menyoroti fakta angka stunting yang tinggi di NTT dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur NTT perihal angka kemiskinan yang menurun, sebagai suatu ketidaksinkronan atau saling bertolak belakang.
“Nah, oleh karena itu Gubernur harus jujur mengatakan kepada rakyat Nusa Tenggara Timur menyangkut data-data ini. Itu yang perlu saya komentari,” ujar Nelson Matara.
Selain menyoroti data stunting yang menurutnya disembunyikan, ia juga menyebut ada banyak hal yang tidak disampaikan dalam pidato Gubernur Melki terkait 1 tahun kerja Melki-Johni dalam kepemimpinannya.
“Misalnya bicara tentang perikanan, bicara tentang pertanian. Betul, petani itu angka produksinya naik, tapi daya belinya kan kurang. Itu kan rakyat petani tetap miskin, sama juga dengan perikanan,” tambah Nelson Matara.
Nelson Matara melanjutkan, seharusnya data-data ini perlu disampaikan dalam pidato Gubernur supaya masyarakat Nusa Tenggara Timur bisa tau seperti apa kondisi merka saat ini, guna perbaikan ke arah yang lebih baik kedepannya.
Untuk itu ia berharap, kedepannya Gubernur Melki dan Wagub Johni Asadoma bisa memperbaikinya dan bisa transparan menyampaikan program-program yang sudah dikerjakan oleh keduanya.
“Oleh karena itu Gubernur harus transparan dengan data-data itu. Tidak boleh kita sembunyikan dari masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tutupnya. ***






