Buka Lomba Paduan Suara PGRI NTT 2025, Sam Haning: “Guru adalah seni. Seni tanpa guru seperti sayur tanpa garam.”
KLIKFLOBAMORA.COM– Ratusan peserta Lomba Paduan Suara untuk memperingati HUT PGRI yang ke-80 dan HGN yang ke-31 memenuhi Aula Taman Budaya Gerson Poyk untuk mengikuti Lomba Paduan Suara PGRI NTT tingkat Kota/Kab. Kupang, Rabu, 19/11/2025 sore.
Ketua Panitia Lomba Paduan Suara, Ulfianty M.D. Toelle, S.Sos., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan limpah terimakasih kepada Ketua PGRI NTT yang telah memberi kesempatan bagi para guru di Kabupaten dan Kota Kupang untuk berekspresi di bidang seni.
“Ini adalah suatu prestasi yang luar biasa. Tahun ini antusiasme luar biasa dari para guru untuk berpartisipasi pada rangkaian acara ulang tahun kita,” ucap Ulfiyanti.
Ia menyampaikan, kegiatan Lomba Paduan Suara pada hari ini akan diikuti oleh 13 tim yang berasal dari Kabupaten dan Kota Kupang, meski awalnya yang telah terdaftar pada panitia HUT PGRI dan HGN 2025 sebanyak 28 tim.
“Ini luar biasa. Ini yang memacu semangat kami untuk menyukseskan kegiatan ini sehingga kegiatan bisa terjadi pada hari ini, meski ada teman-teman kita yang dari Kabupaten Kupang batal mengikuti kegiatan ini karena terkendala cuaca,” ungkap Ulfiyanti.
Pada kesempatan itu, Ulfi menginformasikan bahwa puncak dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh PGRI NTT yang berkolaborasi dengan PGRI Kota dan Kabupaten Kupang adalah pada tanggal 25 November 2025, tepat pada peringatan HUT PGRI.
Untuk itu Ia secara langsung mengundang seluruh guru di Kabupaten dan Kota Kupang untuk hadir bersama dalam perayaan HUT PGRI yang ke-80 dan HGN yang ke-31 di Kota Kupang, bertempat di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana).
Sementara itu Ketua PGRI NTT, Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Lomba Paduan Suara PGRI NTT 2025 yang terselenggara hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan lomba lainnya untuk merayakan HUT PGRI dan HGN.
Kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PGRI NTT, terkhusus Lomba Paduan Suara para guru di hari ini, diharapkan bisa membuat PGRI NTT menjadi organisasi yang benar-benar mengayomi para guru di seluruh Nusa Tenggara Timur termasuk di mengayomi di bidang seni suara.
“Saya katakan guru adalah seni. Kenapa saya katakan demikian? Karena seni tanpa guru itu bagaikan sayur tanpa garam,” ujar Haning disambut tepuk tangan para peserta lomba.
Untuk itu Haning memberi apresiasi kepada para guru dengan berbagi panggung bersama para guru (perwakilan) untuk membuka secara resmi Lomba Paduan Suara PGRI NTT Tahun 2025.
“Dan atas izin Tuhan yang Maha Kuasa, Rabu, 19 November 2025, pukul 17:30 Wita, Lomba Paduan Suara untuk memperingati HUT PGRI yang ke-80 dan peringatan HUT HGN yang ke-31, saya buka secara resmi,” tutup Haning. ***
Penulis: Don Bosko Beding





