KLIKFLOBAMORA.COM – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), membuka Rapat Persiapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi NTT Tahun 2025 di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTT, Rabu (11/6/2025).

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki mengatakan Reforma agraria bukan semata agenda administratif, melainkan instrumen penting negara untuk menciptakan keadilan sosial dan mengurangi ketimpangan struktur agraria.

“Reforma agraria adalah penataan aset dan akses untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ungkap Gubernur Melki.

Melki menerangkan, sejak Tahun2021 hingga Tahun 2024, sebanyak 15.400 kepala keluarga di 22 Kabupaten/Kota di NTT telah diberdayakan melalui program penataan akses reforma agraria.

“Untuk tahun 2025, Pemprov NTT menargetkan fasilitasi pendampingan usaha bagi 1.200 kepala keluarga di enam kabupaten,” ungkap Melki.

Lanjutnya lagi, dari sisi legalisasi aset, hingga akhir 2024, telah disertifikatkan lahan seluas 558.699,72 hektare atau mencakup 1.568.126 bidang tanah setara 19,2 persen dari luas wilayah NTT.

“Provinsi NTT juga memiliki potensi TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) dari PKH sebesar 75.354,04 hektare yang tersebar di 19 kabupaten/kota. Dari luasan tersebut, baru 22.785,35 hektare yang telah ditindaklanjuti legalisasinya. Sisanya, seluas 52.568,69 hektare, masih menunggu penanganan lebih lanjut,” terangnya dalam rapat tersebut.

Ia juga menerangkan, masih ada sekitar 17.896,33 hektare di antaranya tidak bisa ditindaklanjuti karena berbagai kendala, seperti konflik lahan, tumpang tindih izin, dan kondisi fisik tanah. Masih ada 34.672 hektare yang bisa kita legalisasi.

“Jadi, ini adalah tugas kita bersama sebagai Tim GTRA, sehingga melalui rapat ini, saya meminta semua pihak yang tergabung dalam GTRA untuk memberikan dukungan penuh, termasuk dalam penganggaran melalui APBD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” tutup Melki.

Untuk diketahui, rapat hari ini adalah titik awal penguatan kerja – kerja GTRA. Untuk itu, Gubernur NTT semua pihak agar bergandengan tangan mewujudkan reforma agraria sebagai jalan keadilan dan kemakmuran rakyat NTT.

“Mari wujudkan Reformasi Agraria di NTT, Ayo Bangun NTT!” ajak Melki di akhir rapat tersebut.***

Editor: Don Bosko

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan