KUPANG, KlikFlobamora – Hari ke dua Rapat Koordinasi 5 Lembaga, Tim Penggerak  PKK Nusa Tengara Timur (NTT) mengadakan pemaparan materi dan diskusi bersama 3 pemateri untuk memperkuat implementasi program di lapangan, Selasa (11/11/2026).

Pada sesi ini, panitia menghadirkan pemateri pertama  Yose  M. Ronaldus Amapiran, selaku  kepala dinas pemberdayaan masyarakat Desa dengan materi tentang kebijakan dan arah strategis Gerakan PKK Dalam mendukung pembangunan daerah provinsi Nusa Tenggara Timur

Sedangkan pemateri yang kedua,  kepala bidang kebendahharaan badan keuangan daerah provinsi NTT, Wilibrodus Wora, dengan materi  perencanaan, penganggaran penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban Hiba Daerah 

Dari tempat lain,  pemateri yang ke tiga Dra. Lusje Anneke Tabalujuan, M.Pd Sekertaris Umum Tim PKK Pusat hadir memaparkan materi via daring.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena dalan arahannya menegaskan arah gerakan PKK NTT tidak hanya soal banyaknya program, tetapi sejauh mana program menjawab kebutuhan keluarga.

Hal itu disampaikan Mindriyati saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) TP PKK se-NTT yang diikuti Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-NTT, staf ahli, serta seluruh pengurus PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota secara luring dan daring, serta turut hadir Bunda Vera Asadoma.

“Melalui rapat koordinasi ini saya berharap kita tidak hanya membahas rencana dan program kerja, tetapi juga memastikan bahwa setiap program PKK benar-benar menjawab kebutuhan keluarga dan masyarakat di NTT,” ujar Mindriyati dalam sambutan virtualnya.

Mindriyati menekankan tiga hal penting untuk menjadi perhatian seluruh pengurus

Pada poin pertama, Ia meminta seluruh pengurus mulai dari sekretariat, bendahara, Pokja 1, 2, 3 dan 4 harus bekerja sama secara terpadu.

“Program yang kita laksanakan hendaknya saling mendukung, tidak berjalan sendiri-sendiri dan juga harus memiliki tujuan yang jelas,” tegasnya.

Ia juga memastikan program kerja berorientasi pada hasil, dengan setiap kegiatan harus memiliki sasaran, indikator keberhasilan serta tindak lanjut yang terukur.

“Kita perlu pastikan bahwa 10 program pokok PKK tidak hanya menjadi agenda kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Mindriyati juga mengharapkan seluruh pengurus berperan aktif menyampaikan gagasan, mengidentifikasi kendala serta menghasilkan rencana tindak lanjut yang realistis dan dapat dilaksanakan sesuai tugas masing-masing.

“Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menyatukan langkah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan gerakan PKK di Provinsi NTT,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan, keberhasilan PKK bukan diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari perubahan positif yang terjadi dalam keluarga, mulai dari lingkup masyarakat terkecil.

Karena itu, ia secara khusus mengajak para Bunda-Bunda Ketua TP PKK Kabupaten/Kota untuk mengaktifkan kembali Dasa Wisma.

“Mari kita aktifkan kembali, kita hidupkan kembali Dasa Wisma. Nanti mungkin di sesi diskusi, sekretaris juga bisa kembali melakukan pengecekan dari tiap kabupaten/kota berapa persen Dasa Wisma yang sudah aktif,” pinta Mindriyati.

Ia juga  berharap hasil rapat ini dapat ditindaklanjuti secara konsisten dengan koordinasi dan semangat gotong royong.

Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu moderator. Para peserta dari TP PKK, Posyandu, Dekranasda, Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-NTT aktif menyampaikan masukan, tantangan di lapangan serta praktik baik di daerah masing-masing.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Penulis: Roy Beraona

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan