Pemerintah Kota Kupang Gelar Festival Sepe 2025; Upaya Kenalkan Kain Tenun Motif Sepe Sebagai Identitas Kota Kupang
KLIKFLOBAMORA.COM – Pemerintahan Kota Kupang, melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang menggelar Festival Sepe 2025 dalam rangka memperkenalkan dan mempertahankan tenun ikat motif sepe, sebagai identitas Kota Kupang, Sabtu, 01/11/2025 di Taman Nostalgia, Kota Kupang.
Festival Sepe 2025 adalah event tahunan yang sudah digelar sejak Tahun 2019 oleh Dinas Pariwisata Kota Kupang dan di Tahun 2025 ini merupakan tahun ke-6 digelarnya Festival Sepe.
Hadir dalam pembukaan Festival Sepe 2025, Wakil Walikota Kupang, Serena Francis, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina MD. Gheta, S.T., M.M., Perwakilan PT. Taspen Kota Kupang, perwakilan Bank Indonesia NTT, serta jajaran Forkopimda Kota Kupang dan masyarakat Kota Kupang.
Acara yang dibuka oleh Wakil Walikota Kupang tersebut, menampilkan tiga acara dalam kemeriahan pembukaan Festival Sepe 2025 yaitu Fashion Show, Radio Case Show, dan penilaian lomba tenun ikat sepe karya siswa SMA/SMK dan mahasiswa se-Kota Kupang.
Ketua Panitia Festival Sepe 2025, Margarita Salean dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa tujuan diadakannya kegiatan Festival Sepe 2025 adalah mempromosikan tenun ikat sepe sebagai ikon budaya Kota Kupang.
“Jadi kita mempromosikan tenun ikat dengan motif bunga Sepe sebagai identitas atau ikon Kota Kupang. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, Kota Kupang bisa berkembang menjadi Kota tujuan pariwisata, tidak hanya jadi tempat transit bagi wisatawan tetapi jadi tujuan wisata bagi wisatawan,” ucap Margarita.
Sementara itu Wakil Walikota Kupang, Serena Cosgrova Franscies, S.Sos., M.Sc. menyampaikan filosofi dari Festival Sepe 2025 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Madya Kupang lewat Dinas Pariwisata Kota Kupang.
Dikatakannya bahwa bunga sepe atau flamboyan merah yang bermekaran di penghujung tahun bukan sekadar keindahan alam di Kota Kupang, tetapi memiliki makna sebagai simbol harapan, sukacita, dan kerinduan akan rumah bagi warga Kota Kupang.
“Karena itulah Festival Sepe diselenggarakan untuk mengarahkan, bukan sekadar untuk menampilkan pesona bunga flamboyan, tetapi juga untuk meneguhkan sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” ungkap Serena.
Lanjut Serena, melalui kegiatan ini warga Kota Kupang diharapkan bisa merawat warisan, menumbuhkan kebanggaan, dan mampu menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda agar mencintai daerahnya dengan cara yang kreatif dan bermakna.
“Mari kita rawat dan mewarisi tenun ikat sepe ini kepada generasi muda kita, karena dapat Saya sampaikan bahwa tenun ikat motif bunga sepe telah memperoleh sertifikat hak kekayaan intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia,” ungkap Serena dengan bangga.
Karena itu, lanjutnya lagi, tugas kita sebagai warga Kota Kupang adalah memperkenalkan kain tenun motif sepe kepada khalayak karena berdasarkan pengalamannya, ternyata banyak orang yang belum tahu tenun ikat motif sepe adalah tenun ikat asli Kota Kupang.
“Jadi saya agak terpukul juga ya, masih banyak yang belum tahu. Memang baru tahun 2021 motif ini ditemukan, tetapi Saya yakin ke depannya dan melalui Festival Sepe Tahun 2025 yang digelar hari ini dan besok, tanggal 1 sampai 2 November 2025, makin banyak lagi yang mengenal tenun sepe,” jelas Serena. ***
Penulis: Don Bosko Beding





