KLIKFLOBAMORA.COM — Memasuki usia yang ke-50 tahun kehadiran ATONIK 6.0L di Indonesia, PT. OAT Mitoku Agrio selaku produsen zat pengatur tumbuh tanaman itu merayakan usia emas ATONIK 6.0L di Hotel Harper Kupang.
Perayaan ini semakin spesial karena di saat yang sama, PT. OAT Mitoku Agrio juga memperingati 10 tahun kerja sama joint venture dengan PT. Mitoku Sukses Makmur selaku distributor resmi ATONIK 6.0L di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam konferensi pers di Hotel Harper Kupang, Jumat (06/03/2026) siang, Direktur PT. OAT Mitoku Agrio Surya Djaya menyampaikan produk ATONIK 6.0L selama ini hanya berfokus di Sumatera dan Jawa.
“Tapi semenjak Covid-19, kita baru mulai fokus ke Indonesia bagian Timur,” pungkas Surya Djaya.
Mewakili PT. OAT Mitoku Agrio, Surya menyampaikan terimakasih kepada seluruh petani di NTT yang telah mempercayai produk ATONIK 6.0L di bidang pertanian dan holtikultura, menuju swasembada pangan di NTT.
Sementara itu Direktur PT. Mitoku Sukses Makmur, Agustinus Tamo Mbapa, S.Sos, M.Si., menceritakan bahwa produk ATONIK 6.0L terbukti memiliki dampak signifikan pada hasil pertanian di wilayah NTT.
Dia mencontohkan hasil panen petani di Manggarai Raya pada tahun 2022 yang meningkat pesat, karena para petani di Manggarai Raya merupakan pengguna ATONIK 6.0L terbesar di NTT.
Bahkan, lanjutnya lagi, para petani di Manggarai Raya yang menggunakan ATONIK 6.0L memberi dampak positif di sektor pertanian NTT dan terbukti provinsi NTT masuk ranking 5 swasembada pangan di Indonesia.
“Kenapa Manggerai Raya? Karena Manggerai Raya pengguna Atonik terbesar. Panen di Manggerai Raya itu jagung 8 ton per hektare, padi 8 ton per hektare, dan holtikultura juga paling besar. Mereka menikmati hasil penggunaan ATONIK 6.0L,” pungkasnya.
Meski demikian, pendistribusian ATONIK 6.0L di NTT tidak serta merta berjalan mulus. Banyak rintangan yang menghadang, dan salah satunya adalah sering dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“ATONIK 6.0L memang punya kualitas tinggi, karena itu sering dipalsukan. Terakhir terjadi di Kupang, dan Kuasa Hukum kami, Pak Sisco Bessi yang mengurusi, dan sekarang sedang berproses. Tidak lama lagi sudah ditetapkan tersangkanya,” kata Agustinus yang juga biasa disapa Gustaff.
Untuk itu, lanjutnya lagi, melalui konferensi pers Gustaff menghimbau kepada seluruh petani di NTT agar lebih berhati-hati lagi saat membeli ATONIK 6.0L, karena ada produk palsu serupa yang dijual dengan harga murah tetapi tidak banyak manfaatnya.
Gustaff juga mengatakan, bahwa pihaknya telah menemui Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena terkait pengembangan 1,8 juta hektare lahan tidur di NTT lewat sektor pertanian.
“Kemarin kami sudah ketemu Pak Gubernur untuk membicarakan strategi, bagaimana petani dan lahan kosong 1,8 juta hektare di NTT ini, bisa dimaksimalkan untuk kepentingan petani dan semua komponen yang ingin mendapat penghasilan dari situ,” katanya.
Dikatakannya lagi, rencana tersebut disampaikan kepada Gubernur NTT karena visi-misi perusahaannya sejalan dengan program pemerintah NTT yaitu swasembada pangan, sehingga sebagai distributor ATONIK 6.0L di NTT, dirinya perlu mensupport pemerintah untuk mensejahterakan petani di NTT.
Di lain pembahasan, terkait proses hukum terhadap oknum yang memalsukan ATONIK 6.0L di NTT, Fransisco Bernando Bessi mengaku proses hukum saat ini masih berjalan di pihak penyidik Polda NTT.
Fransisco menghimbau kepada pihak-pihak yang masih mendistribusikan produk ATONIK 6.0L palsu di NTT agar berhenti melakukan giat terlarang tersebut karena hanya akan merugikan dirinya terlebih para petani di NTT.
“Petani ini adalah penyangga dasar dari republik ini. Bagaimana petani yang mau mengembangkan usahanya kalian tipu. Itu yang cukup miris,” ucapnya.
Oleh karena itu selaku Kuasa Hukum, Fransisco berharap penyidik Polda NTT khususnya di bagian Krimsus Polda NTT bisa menuntaskan kasus yang sedang berjalan, apalagi kasus ini menjadi atensi publik karena melibatkan orang kecil. ***
Penulis: Don Bosko Beding






