KLIKFLOBAMORA.COM – Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu, 1/6/2025 di Lapangan Pancasila, Kota Ende, Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam amanatnya menegaskan bahwa dalam Asta Cita sebagai agenda prioritas pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, ada ideologi Pancasila yang terkandung di dalamnya.
Ia menyebutkan, ideologi Pancasila sebagai salah satu yang paling fundamental, selain demokrasi, dan hak asasi manusia. Dikatakannya, kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah, sama halnya dengan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan, dan kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.
Dalam amanatnya itu, ia menjelaskan bahwa memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Melalui Asta Cita, kita semua dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital. Ia menyebutkan bahwa Pancasila harus menjadi pondasi dalam pembangunan bangsa, termasuk dalam bidang pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan ruang digital.
Dalam dunia pendidikan perlu ditanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian.Menurutnya, ekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral
Selain dunia pendidikan, menurut Meki, di lingkungan pemerintahan dan birokrasi nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.
Begitu juga dalam bidang ekonomi. Ia menjelaskan perlu ada kepastian bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.
Terakhir dalam ruang digital. Ia menegaskan, kita perlu membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong.
Menyadari tugas ini tidaklah mudah, Gubernur NTT yang berasal dari Ende itu mengajak seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembangunan yang bernafaskan Pancasila.
“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Oleh karenanya, marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan,” jelas Melki.
Pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila itu, hadir juga Wakil Gubernur NTT, Forkopimda Provinsi NTT, Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira, Anggota DPD Angelius Wake Kako, Bupati/Wabup se-Provinsi NTT, perwakilan BPIP RI, dan masih banyak lagi peserta upacara yang hadir memenuhi Lapangan Pancasila.
“Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara. Di Bumi Ende ini, Dirgahayu Pancasila. Jayalah Indonesiaku,” ucap Gubernur Melki Laka Lena di akhir amanatnya.
Penulis: Don Bosko Beding






