KLIKFLOBAMORA.COM – Belum lagi rampung 100%, Ibu Kota Nusantara (IKN) telah ramai diberitakan menjadi tempat praktik kemaksiatan.

Judi sabung ayam dan warung remang-remang tempat Pekerja Seks Komersial (PSK) beraksi, menjadi sisi lain selama proses pembangunan mega proyek IKN yang menelan biaya mencapai Rp 466 triliun.

Menanggapi maraknya pemberitaan media massa terkait dengan kemaksiatan di IKN, Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyampaikan pendapatnya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Mendagri, BNPP, DKPP, OIKN, Senin, 14/07/2025.

Dalam Raker dan RDP di Jakarta itu, Khozin meminta kepada Kemendagri dan Otorita IKN untuk tegas menertibkan kawasan proyek pembangunan IKN. Ia berpendapat adanya PSK di IKN, akan mempengaruhi produktivitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di IKN.

“Lah, ini tidak hanya urusan masalah gradasi moral dan sosial saja, Pak.Tapi ini berdampak pada produktivitas kerja,” jelas Khozin.

Karena itu Ia meminta Kemendagri untuk memberi semacam diskresi tambahan agar monitoring tidak hanya dilakukan pada siang hari tetapi juga dengan aktivitas malam hari yang dilindungi oleh aturan.

Ia mengkhawatirkan jangan sampai dikemudian hari tempat yang menjadi episentrum ketatanegaraan tersebut memiliki banyak tempat kemaksiatan yang berpengaruh pada kerja ASN sehingga menjadi tidak maksimal.

Merespon Khozin, Kepala Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengaku bahwa sudah tidak ada lagi giat maksiat di IKN, dan informasi yang diperoleh Anggota Komisi II DPR RI merupakan informasi hasil recycle, atau informasi lama yang dimuat ulang oleh media berita pada saat ini.

“Mohon maaf Bapak. Itu informasi yang dulu. Jadi di-recycle informasi itu. Sekarang sudah nggak ada. Insyaallah sudah nggak ada,” ungkap Basuki.

Ia mengungkapkan bahwa praktik kemaksiatan seperti itu sudah tidak ada lagi. Saat itu pihaknya bersama Aparat Penegak Hukum (APH) sudah menertibkan warung remang dan praktik sabung ayam.

“Terima kasih atas perhatian Bapak. Kami bersama APH sejak Ramadhan kemarin, ada 8 warung remang kami robohkan. Terima kasih Pak,” tutup Basuki. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan