KLIKFLOBAMORA.COM– Satu lagi penyakit sosial masyarakat menjamur di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Jika sebelumnya Kota Lewoleba marak dengan seks bebas sehingga menjadi salah satu tempat di NTT penyumbang penyakit AIDS terbesar, saat ini Kota Lewoleba berubah layaknya Las Vegas, salah satu tempat judi terbesar di dunia.
Seorang warga Lewoleba yang tidak mau disebutkan namanya bercerita, saat ini tempat-tempat judi berseliweran bebas di Kota Lewoleba. Ia menerangkan praktik judi ini sudah berjalan hampir setahun dan rata-rata yang menjadi peminatnya adalah Aparat Sipil Negara (ASN) dan beberapa Kepala Desa yang ada di Lembata.
“Rata-rata yang main judi ini ASN dan Kepala Desa. Di Kota Lewoleba, ada bandar yang bahkan mempunyai 3 meja judi Dindong. Total semua meja judi di Lewoleba kurang lebih ada 18 titik,” terangnya, Senin (15/12/2025) malam.
Tidak hanya itu, pelaku judi bahkan merebak hingga pada kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Lewoleba, dan saat ini sangat sulit dikendalikan.
“Ada bandar judi kakak beradik yang masing-masing punya 3 meja judi. Mereka adalah T dan Y. Satu lagi adalah tenaga PPPK berinisial M.A., seorang supir di salah satu instansi pemerintahan di Kota Lewoleba,” jelasnya.
Ia menjelaskan, praktik judi di Kota Lewoleba sejatinya telah dilarang oleh Polres Lembata yang melakukan operasi ke tempat-tempat judi Dingdong dan juga melakukan sosialisasi ke masyarakat tetapi tetap saja meja-meja judi Dingdong masih beroperasi di Kota Lewoleba.
“Judi Dindong sangat sulit diberhentikan. Setelah operasi, 1 atau 2 hari berhenti. Setelah itu mereka buka dan beroperasi kembali. Patut diduga ada ‘permainan’ antara pihak-pihak terkait dengan para bandar judi Dingdong ini, sehingga praktik judi Dingdong masih berjalan sampai sekarang,” katanya.
Saking tidak terkendalinya judi Dingdong di Kota Lewoleba, pihak Gereja bahkan sampai turun tangan. Lewat mimbar para Pastor terus menghimbau agar umatnya tidak terjebak dalam dunia perjudian.
Rm. Blasius Kleden, Pastor Paroki Santa Maria Banneux Lewoleba membenarkan informasi yang diperoleh media terkait judi Dindong.
Dihubungi via WhatsApp, RD Blasius Kleden membenarkan bahwa Ia terus menghimbau umatnya agar tidak terlibat
“Saya himbau umat untuk jangan terlibat. Dampaknya bisa pisah ranjang, anak bisa putus dan bisa marak pencurian,” tukas RD Blasius.
Untuk diketahui menurut informasi setiap meja judi mampu memutar uang jutaan rupiah per hari dengan kisaran Rp3 juta – Rp10 juta. Sementara itu, Kapolres Lembata sampai berita ini ditayang belum mengklarifikasi terkait persoalan ini meski sudah berupaya menghubunginya lewat pesan WhatsApp. ***
Penulis: Don Bosko Beding






