KLIKFLOBAMORA.COMFransisco Bernando Bessi, Kuasa Hukum dari Kajari Kabupaten Kupang, Yupiter Selan, mengungkap perkembangan Laporan Polisi yang dilayangkan kliennya terhadap Akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’ di Polda NTT.

“Pak Yupiter Selan, Yumi, Ella, dan Pak Yos sudah diperiksa. Ini terbatas di urusan asmara. Terkait dengan postingan yang tidak benar, suami-istrinya juga sudah dipanggil,” kata Fransisco Bessi, Senin (20/04/2026) pagi.

Dari keterangan para saksi, pekerjaan yang harus dilakukan selanjutnya adalah bagaimana menangkap para (terduga) pelaku, sesuai keterangan yang diberikan oleh para saksi yang menjadi korban akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’.

Terkait dengan LP, Sisco Bessi menambahkan, bukan hanya Yupiter Selan yang membuat laporan ke penyidik Polda NTT, tetapi hingga saat ini sudah ada 14 laporan yang diterima penyidik Polda NTT atas informasi tidak benar yang disebarkan oleh akun Tiktok ‘Lika Liku NTT’ di media sosial.

“Terkait dengan Laporan Polisi Bapak Yupiter Selan di Polda NTT dengan akun TikTok Lika-Liku NTT, informasinya bukan hanya 13 Laporan Polisi, tapi sudah ada tambah satu lagi. Jadi total 14, bukan dari saya, tapi dari orang lain,” terangnya.

Dikatakannya lebih lanjut, penerapan KUHP yang baru lebih ditekankan pada saksi. Jika pada KUHP lama, saksi adalah orang yang melihat, mendengar, dan mengalami, maka KUHP baru ada penambahan dan perluasan bahwa saksi juga adalah orang yang memiliki data dan informasi.

Dalam hal ini, kata Sisco Bessi, dirinya juga menjadi saksi (jembatan) karena melakukan riset dan mencari para korban hingga menemukan siapa saja korbannya.

“Dulu saya ini wasit, tapi sekarang saya jadi pemain, Pak. Akun ‘Lika Liku NTT’, kalian semua saya tangkap,” pungkasnya.

Atas dasar tersebut, Sisco Bessi mengatakan, para korban sangat bersyukur karena dengan demikian para terduga pelaku dapat terungkap, meski ia tidak menyebutnya secara terang-terangan.

“Korban ini bersyukur. Sekali lagi bersyukur akhirnya bisa terungkap. Dari apa? Jejak digital yang banyak dari banyak korban yang diperas. Jadi, dia (admin) akan meninggalkan jejak-jejak digital yang tanpa dia sadari,” kata Sisco Bessi.

Selanjutnya, Sisco Bessi menyerahkan pengungkapan para terduga pelaku ke publik oleh pihak berwenang. Saat ini, pengungkapan belum bisa dilakukan karena pejabat utama Polda NTT sedang berada di Bali.

“Terverifikasi pelakunya ini kurang lebih sekitar empat orang. Datanya, mohon maaf saya belum bisa buka karena nanti kita menunggu rilis resmi dari Polda NTT,” pungkasnya. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan