KLIKFLOBAMORA.COM – Untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinisi Nusa Tenggara Timur (NTT) di tahun 2026, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melakukan sejumlah langkah penting. Salah satunya adalah optimasi Pajak dan Retrebusi daerah.
Pernyataan ini Ia sampaikan usai mengikuti sidang Paripurna DPRD NTT yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Perda Provinsi NTT Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Selasa, 09/12/2025 pagi.
“Kita lihat ke depan ini kita mau menaikkan PAD kita dari Rp1,4 triliun di tahun ini menjadi Rp2,8 triliun di tahun depan. Karena ada target semacam ini kita ingin memastikan bahwa retribusi yang baru ataupun pajak baru yang dimungkinkan sesuai dengan regulasi di Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri,” terang Gubernur Melki.
Gubernur Melki menekankan untuk mencapai target PAD NTT di tahun 2026, optimasi pajak dan retribusi daerah harus sesuai dengan regulasi yang ada, tetapi di satu sisi pembangunan pun tetap berjalan.
“Objek-objek pajak baru nanti bisa kita lakukan sesuai aturan dan juga optimalisasi yang sudah ada. Dengan inilah baru kemudian kita memastikan pembangunan di NTT ini bisa berjalan dengan baik,” jelas Melki.
Lebih lanjut Gubernur Melki berpendapat, postur PAD NTT tahun 2026 akan sangat sehat jika target PAD Provinisi NTT tahun 2026 yakni Rp.2,8 triliun bisa tercapai melalui optimalisasi objek-objek pajak yang dijalankan sesuai regulasi.
“Kenapa saya katakan sehat? Karena 50% ini dari PAD, kurang lebih 50% ini dari anggaran pusat. Nah, itu membuat NTT akan lebih bertumbuh ke depan dengan baik,” tambahnya lagi.
Dijelaskannya saat ini Provinsi NTT mengalami defisit perdagangan yang tinggi yakni sebesar Rp51 triliun, bahkan lebih besar dari total APBD I dan APBD II yang diperkirakan sebesar Rp32 triliun. Untuk mengurangi defisit itu, Gubernur Melki menekankan kreativitas dalam pola perdagangan di NTT.
“Nah kalau kita kreatif, yang jadi defisit perdagangan bisa kita produksi sendiri dan kemudian dijual di masyarakat NTT. Itu saja sudah lumayan,” ungkap Gubernur Melki.
Saat ini dirinya sedang mencari cara untuk memperbaiki struktur ekonomi NTT, dari semula yang konsumtif menjadi produktif. Salah satu caranya adalah mendorong masyarakat NTT agar apa yang bisa diproduksi sendiri dapat diproduksi sendiri, tanpa harus beli dari luar daerah NTT. ***
Penulis: Don Bosko Beding






