KLIKFLOBAMORA.COM – Lembaga Swasta sekaligus Organisasi Masyarakat Sipil, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA), berkesempatan bertemu dengan Gubernur Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis, 10/07/2025, di ruang kerja Gubernur NTT guna memperkenalkan kiprah Lembaga beserta berbagai programnya.
Organisasi atau Lembaga Swasta CIRMA merupakan organisasi yang berfokus pada ketahanan dan keadilan iklim, kemandirian pangan, sanitasi dan akses air bersih, serta pemberdayaan ekonomi keluarga petani kecil miskin/miskin ekstrem di pedesaan.
Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar, yang hadir bersama Berchmans Mau Bria (Senior Adviser), Andrew Goru (Focal Point Coordinator), Gita Lucya (Pengurus), dan Maria Elisabeth Nio Ndari (Staf), pada kesempatan itu menyampaikan bahwa CIRMA memiliki program Empowering West Timor 2024 – 2027, yang bertujuan untuk memajukan petani kecil.
“Visinya adalah memajukan 6.000 petani kecil di 30 Desa di Timor Barat melalui kolaborasi aksi, konektivitas, dan jejaring,” ungkap Mangu kepada Gubernur NTT.
Meski demikian, lanjut John Mangu, ada delapan tantangan klasik petani kecil di 30 Desa dampingan CIRMA. Kedelapan tantangan tersebut adalah air bertani, alsintan, ketersediaan lahan, ketersediaan bibit, ketersediaan pupuk, pengetahuan bertani cerdas, disfungsi kelompok tani sebagai lembaga kolektif, dan juga pendampingan berkelanjutan.
Menanggapi apa yang disampaikan John Mangu, Gubernur Melki Laka Lena pun menekankan pentingnya fungsi kontrol dan pengawasan, serta keberlanjutan dari apa yang sudah dibangun oleh CIRMA. Ia juga menyoroti kendala lain seperti SDM, kelompok tani dan pendampingan.
“Kita harus bisa mengontrol apa yang kita sudah bangun. Karena kalau kita bangun tanpa kita rawat dan melanjutkan, itu bisa jadi sia-sia. Karena itu, yang sudah dibangun mesti dikontrol dan diawasi agar semakin bagus,” ujar Gubernur Melki.
Untuk itu, Gubernur Melki mengarahkan CIRMA agar kedelapan kendala yang dihadapi harus disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Nusat Tenggara Timur.
Sementara itu Johanes Subani, salah satu pengurus Sekretariat Bersama Ayo Bangun NTT yang juga pada kesempatan itu mendampingi Gubernur NTT, mengungkapkan, bahwa CIRMA merupakan lembaga pertama yang melakukan pendekatan setelah Sekretariat Bersama diluncurkan pada Mei 2025.
“Melalui Sekber, kami sudah memfasilitasi CIRMA bertemu dengan Pak Samsul Widodo, Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal,” jelas Subani.
Johanes pun menyarankan, selain tanggapan terhadap kolaborasi untuk program-programnya, CIRMA juga disarankan untuk berkolaborasi dengan BLK dan Perguruan Perguruan Tinggi di NTT dalam pelaksanaan Program Pendidikan Ketahanan Iklim bagi petani.
Ia juga menambahkan bahwa Kemendiktisaintek mencari mitra kerja di NTT untuk program terkait.
Menanggapi informasi tersebut, Gubernur Melki mengarahkan CIRMA untuk menyambut program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) dari Kemendiktisaintek, agar para mahasiswa dari kampus-kampus di NTT bisa ditempatkan di 30 desa fokus lokasi CIRMA untuk berpraktik, mendampingi dan memperkuat sektor pertanian di desa-desa tersebut.***
Penulis: Don Bosko Beding






