Keluarga Harap Penyidik Polres Lembata Serius Tangani LP Fransiskus Ribu, Kades Lelata: Usut Tuntas Demi Kamtibmas!
KLIKFLOBAMORA.COM — Masyarakat Desa Lelata, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, hingga kini masih hidup dalam ketakutan setelah insiden pelemparan telur ayam ke rumah warga Fransiskus Ribu, pada 11 Maret 2026 yang lalu.
Pelemparan telur ayam ke rumah Fransiskus diduga kuat berhubungan erat dengan praktek supranatural yang didalangi Matius Teka Lama, oknum PNS yang saat ini bekerja sebagai Pegawai Penyuluh Pertanian (PPP) di Desa Atakera, Kecamatan Wulandoni.
Kejadian ini pun telah dilaporkan ke penyidik Polres Lembata pada tanggal 03 April 2026. Namun, hingga kini pelapor belum mendapat kejelasan terkait Laporan Polisi (LP) yang dilayangkan ke SPKT Polres Lembata.
Kepada media ini, Fransiskus Ribu melalui anaknya Andreas Ola Duan, mengeluhkan lamanya penanganan terhadap Laporan Polisi yang dilayangkan. Ia meminta agar pihak penyidik bersangkutan, segera memproses dan menahan Matias Teka Lamak.
“Sudah dua bulan laporan kami ajukan tetapi sampai sekarang prosesnya sudah sampai di mana, kami tidak tahu. Terlapor masih bebas kesana kemari,” ungkap Andreas, Selasa (12/05/2026) siang.
Ia dengan tegas meminta agar pihak penyidik lebih proaktif menindaklanjuti laporan yang dilayangkan oleh Fransiskus Ribu, agar persoalan yang tengah dihadapi oleh keluarganya bisa mendapat kejelasan.
“Kami sampai sekarang masih trauma, karena laporan yang kami buat belum ada hasil yang jelas. Bukan hanya kami, warga sekitar juga sampai sekarang merasa tidak nyaman dan aman setelah kejadian itu,” ungkapnya.
Andreas menambahkan, update terakhir terkait proses penanganan atas laporan polisi yang mereka buat adalah per tanggal 22 April 2026. Sampai sekarang, ketika pihaknya meminta keterangan perkembangan lanjutan, jawaban yang diberikan oleh penyidik hanya sebatas ‘tunggu saja’.
Untuk itu, Andreas berharap bahwa penyidik bisa lebih cepat memproses laporan yang dibuat oleh pihaknya agar warga sekitar, terkhusus keluarga bisa hidup kembali normal sebagaimana biasanya.
Sementara itu, menyikapi situasi masyarakat Desa Lelata yang resah akibat kejadian ‘horor’ yang diduga diotaki oleh Matias Teka Lamak, Kepala Desa Lelata, Lukas Mangan pun angkat bicara.
Ia secara tegas meminta penyidik untuk mengusut tuntas perkara yang tengah dihadapi oleh Fransiskus Ribu. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Matias Teka Lamak sangat meresahkan warganya.
“Saya minta agar masalah pelemparan telur yang menggangu situasi Kamtibmas Desa Lelata diusut tuntas,” pungkasnya.
Ia menyebut, perkara yang tengah ditangani penyidik Polres Lembata harus diproses hingga ada titik terang. Hal ini dimaksud agar para pelaku mendapat efek jera atas perbuatan mereka yang meresahkan masyarakat Desa Lelata.
“Demi situasi Kamtibmas Desa Lelata, penyidik harus usut tuntas masalah ini. Bila perlu para pelaku ditahan, supaya ada efek jera. Kasihan warga saya yang hidupnya jadi tidak aman karena insiden pelemparan telur ke rumah Bapak Fransiskus Ribu,” tegasnya.
Di lain sisi, Kasihumas Polres Lembata, IPTU Ona Pattipeilohy ketika dihubungi media ini via pesan WhatsApp untuk menanyakan perkembangan kasus Fransiskus Ribu, dirinya hanya menjawab minta waktu mengecek perkembangan ke Serse.
“Siang ka,, minta waktu beta cek ke serse kebetulan kasat sersenya baru,” ungkapnya, seperti dalam pesan WhatsApp bersangkutan.
Hingga berita ini ditayang, Humas Polres Lembata belum memberi keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan LP yang dilayangkan oleh Fransiskus Ribu. ***
Penulis: Don Bosko Beding





