Puja Puji Ansi Lema Untuk Guru Besar Filsafat Politik IFTK Ledalero, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD.
KLIKFLOBAMORA.COM — Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD., telah resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar dalam bidang ilmu Filsafat Politik, pada Sabtu, 18 April 2026.
Pengukuhan gelar Guru Besar kepada Prof. Dr. Otto Gusti Madung ini pun mendapat apresiasi dan ucapan proficiat dari berbagai kalangan, untuk sosok yang dikenal kritis dan pekah terhadap berbagai isu sosial kemanusiaan di masyarakat ini.
Salah satunya datang dari politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yohanis Fransiskus Lema, S.IP., M.Si., atau yang lebih familiar disapa Ansi Lema itu.
“Selamat dan proficiat kepada Pater Prof. Dr. Otto Gusti Madung, SVD., Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero yang hari ini dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Politik,” ucap Ansi Lema.
Melalui unggahan video di beranda akun facebook resmi miliknya, Ansi Lema memuji sosok Prof. Dr. Otto Gusti Madung sebagai sosok rohaniawan sekaligus cendikiawan yang mampu menjembatani antara iman dan ilmu, altar dan pasar, serta negara dan agama.
Ia menyebut, Prof. Dr. Otto Gusti Madung secara jernih dan konsisten telah menunjukkan sikap kritis serta keberpihakannya yang kuat pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan terutama kepada mereka yang tertindas.
“Secara pribadi saya banyak belajar dari tulisan-tulisan Profesor Otto, mulai dari pemikiran Filsafat Politik, refleksi atas gagasan Jurgen Habermas dan John Rowls, hingga tema-tema Hak Asasi Manusia, ruang publik dan tanggung jawab kaum intelektual terhadap kaum miskin dan tersisih,” ungkapnya.
Ansi Lema tak sungkan-sungkan memuji Prof. Dr. Otto Gusti Madung sebagai salah satu cendikiawan yang menonjol, di tengah kelangkaan intelektual yang berani bersikap otonom, kritis, dan lugas.
“Sebagai kakak kelas saya di Seminari Pius XII Kisol, Profesor Otto juga menjadi teladan dalam ketekunan berpikir dan keberanian bersuara bagi kami keluarga besar alumni Sanpio,” ucap Ansi Lema.
Ansi Lema berpesan, teruslah berkarya dan terlibat. Pencapaian ini bukanlah hanya milik pribadi tetapi juga kebanggaan bagi komunitas akademi Ledalero, dan ordo Serikat Sabda Allah (SVD) di seluruh dunia.
“Ledalero adalah bukit sandar cahaya, kuba pencerahan dari Timur yang terus bersinar bagi Indonesia. Kami menantikan lahirnya profesor profesor berikutnya, dari rahim Ledalero,” tutupnya. ***
Penulis: Don Bosko Beding





