KLIKFLOBAMORA.COMPeringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Kamis (19/03/2026) menjadi momen bagi umat Hindu untuk hening, menenangkan diri, dan melakukan refleksi mendalam.

Momen suci itu, umat Hindu diajak untuk melihat ke dalam, memperbaiki diri, serta menata kembali langkah hidup agar menjadi lebih baik, bijak dan penuh makna.

Demikian yang disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena kepada seluruh umat Hindu di Provinsi Nusa Tenggara Timur, berkenan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu,” ucap Gubernur Melki Laka Lena.

Gubernur Melki menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi seperti pengendalian diri, kesederhanaan, serta harmoni dengan sesama serta alam, menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai.

“Semoga Tahun Baru Saka 1948 membawa kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua. Mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih maju dan berkeadilan. Om Shanti Shanti Shanti Om,” ucap Gubernur Melki.

Sementara itu sehari sebelumnya, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Bali dan menyempatkan diri menemui para pekerja bedeng asal NTT di daerah Jimbaran, Bali.

Dalam kunjungannya itu, Wagub Johni Asadoma menyampaikan bahwa sekiranya masyarakat NTT yang ada di Bali bisa menjaga keberlangsungan Hari Raya Nyepi mengingat bagi umat Hindu Bali, Nyepi memiliki kedalam makna yang teramat.

“Besok Hari Raya Nyepi. Kita tidak boleh keluar satu hari. Kita disini saja. Tidak boleh stel tape, tidak boleh minum-minum, jangan naik motor; pesat lewat saja tidak bisa. Bandara tutup. Nah, untuk itu kita di sini wajib untuk menjaga,” pinta Wagub Asadoma.

Kepada warga NTT di Bali, Wagub Johni Asadoma menegaskan agar masyarakat NTT yang ada di Bali wajib menghormati adat istiadat masyarakat setempat agar situasi tetap kondusif dan kondisi sosial yang ada tetap dipertahankan.

Pesan damai ini tentu penting, mengingat situasi Bali belakangan yang kerap kacau akibat oknum-oknum dari NTT yang berselisih paham dengan masyarakat setempat ataupun antara sesama masyarakat NTT.

Sudah selayaknya pemerintah NTT mengontrol dan terus memperingati masyarakat NTT yang ada di Bali, guna menjaga hubungan baik antara Bali dan NTT yang sudah terjalin sejak lama. ***

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan