KLIKFLOBAMORA.COM— Moment Perayaan Syukur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama Ikatan Keluarga Asal Sumba (IKAS) Kupang, menghadirkan puja-puji dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena atas keunikan Tanah Marapu, Pulau Sumba.

Di bawah tema Natal Nasional 2025 ‘Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga’, Gubernur Melki memberi pujian atas kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Sumba, yang menurutnya unggul dan khas karena tidak dimiliki oleh daerah lain di NTT.

“Sumba punya lagu penyambutan sendiri, punya museum sejarah yang terawat, rumah adat yang kuat identitasnya. Ini kekayaan yang luar biasa dan harus menjadi kekuatan Sumba, kekuatan NTT, bahkan Indonesia,” ujar Melki.

Menurut Gubernur Melki, kekayaan budaya Sumba tersebut harus dijaga dan dirawat agar bisa memberi dampak bagi pembangunan daerah bahkan mampu memberi sumbangsih berskala nasional.

Gubernur Melki mengakui, kekayaan budaya Sumba telah menggema hingga ke Eropa sehingga tidak heran di Polandia akan dibangun anjungan NTT berbentuk rumah adat Sumba, hasil kerja kolaborasi investor Polandia dan Pemprov yang pendanaannya ditanggung oleh para investor sepenuhnya.

Ia menyebut anjungan tersebut diperkirakan mulai dibangun dan diresmikan pada pertengahan 2026, dengan material ramah lingkungan seperti bambu agar sesuai regulasi setempat, dan berharap perwakilan masyarakat serta pemerintah daerah Sumba dapat hadir saat peresmian.

“Ini anjungan NTT pertama di luar negeri, dibangun di Polandia dengan dana pribadi sekitar 16 juta euro atau lebih dari Rp300 miliar. Modelnya rumah adat Sumba dan akan menjadi etalase NTT di Eropa,” jelas Melki.

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga menyentil persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Sumba di Bali dan Malang. Menurutnya, berbagai kejadian yang merusak citra Sumba di mata publik perlu ditangani secara serius untuk mengembalikan citra Sumba sebagai negeri yang berbudaya.

“persoalan ini tidak bisa lagi dibiarkan tanpa kajian mendalam. Kejadian ini berulang. Kita harus cari akar masalahnya secara ilmiah apakah budaya, ekonomi, atau sosiologi. Jangan sampai citra baik Sumba rusak karena konflik yang terus diviralkan,” tegasnya.

Oleh karena itu Ia mengajak akademisi, tokoh adat, dan pemikir Sumba untuk melakukan penelitian secara komprehensif agar konflik tersebut dapat dicegah secara sistematis dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelindung IKAS sekaligus Bupati Sumba Barat Daya Ratu Wula menyampaikan bahwa empat kepala daerah di Pulau Sumba memiliki komitmen bersama membangun Sumba secara utuh dan terintegrasi.

“Kami empat bupati sepakat membangun Sumba sebagai satu kesatuan. Komunikasi dan koordinasi terus kami lakukan agar pembangunan Sumba berjalan searah,” ujar Ratu Wula.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya saat ini memprioritaskan sektor pariwisata, pertanian, dan perkebunan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Bahkan, master plan pembangunan pariwisata telah disiapkan sejak awal masa kepemimpinannya.

“Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan. Masa depan itu harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.

Ratu Wula juga berharap warga Sumba di Kupang dan daerah perantauan lainnya mampu menjaga persatuan, solidaritas, serta memberi kontribusi positif bagi daerah tempat mereka tinggal.

Untuk diketahui, selain warga Sumba yang ada di Kota Kupang hadir dalam acara syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 IKAS, kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi NTT Fraksi Golkar Anto Mahemba, Anggota DPRD NTT Fraksi PSI Debora, Anggota DPR RI Kristin Samiyati, dan Bupati Kupang Yoseph Lede. ***DBB/JP

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan