KLIKFLOBAMORA.COM – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank NTT yang digelar di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, menghasilkan sejumlah keputusan strategis.
Sejumlah keputusan strategis itu—mulai dari penerimaan laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris, pembagian dividen, perubahan susunan pengurus, hingga tambahan penyertaan modal dari pemerintah daerah
Hal itu disampaikan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), para kepala daerah masing-masing kabupaten/kota, dan perwakilan Bank Jatim selaku KUB Bank NTT.
“Intinya kami menerima laporan pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris,” ujar Melki Laka Lena.
mulai dari .
Dalam rapat tersebut, lanjutnya, para pemegang saham yang terdiri dari kepala daerah se-NTT bersama Bank Jatim sebagai salah satu pemegang saham, menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban Direksi dan Komisaris Bank NTT setelah mengevaluasi kinerja bank selama satu tahun terakhir.
Ia menjelaskan, dalam RUPS yang berjalan alot itu, para pemegang saham juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan Bank NTT, mulai dari aspek aset, pengembangan bisnis hingga layanan perbankan lainnya.
“Diskusinya tadi betul-betul membuat kami para pemegang saham semakin memahami bagaimana perkembangan Bank NTT. Kita mengecek satu-satu parameter dari Bank NTT, baik itu dari segi aset, pengembangan bisnis, maupun dari segi card dan sebagainya,” katanya.
RUPS juga memutuskan pembagian dividen tetap sama seperti tahun sebelumnya. Selain itu, Direksi dan Komisaris Bank NTT diminta untuk terus mendukung program prioritas pemerintah daerah di NTT.
“Direksi Bank NTT, para komisaris dan jajaran direksi harus mendukung program prioritas provinsi maupun kabupaten/kota. Minimal provinsi satu program dan kabupaten/kota juga minimal satu,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Melki Laka Lena, dalam RUPS Luar Biasa, para pemegang saham menyetujui sejumlah perubahan sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk perubahan jumlah direksi dan komisaris.
“Dari awalnya diputuskan tujuh direksi dan lima komisaris, saat ini kembali menjadi lima direksi dan tiga komisaris,” jelasnya.
Rapat juga memutuskan pemberhentian dengan hormat Direktur Kepatuhan Bank NTT, Chris Adoe, dan menunjuk Revi Adiana Silawati dari Bank Jatim sebagai Direktur Kepatuhan yang baru, setelah dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh OJK.
“Tadi sudah disetujui dalam RUPS Luar Biasa, Ibu Revi menjadi Direktur Kepatuhan menggantikan Pak Chris Adoe,” ungkapnya.
Selain itu, para pemegang saham juga sepakat untuk mengusulkan Flouri Rita Wuisan, sebagai calon komisaris independen Bank NTT yang baru, setelah calon sebelumnya tidak mendapat persetujuan OJK karena satu dan dua alasan.
“Kami tadi sudah sepakat bersama-sama untuk mengajukan Ibu Rita Wuisan sebagai calon komisaris independen untuk melengkapi tiga komisaris independen yang ada,” ujarnya.
Gubernur Melki Laka Lena menambahkan, RUPS juga menyepakati perubahan status badan hukum Bank NTT menjadi Perseroda, sebagaimana yang direkomendasikan oleh Kementerian Dalam Negeri.
“Kami sudah menyepakati perubahan menjadi Perseroda sesuai rekomendasi dan aturan dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Melki Lena.
Dalam rapat tersebut, sejumlah pemegang saham juga menyatakan komitmen penambahan modal untuk memperkuat Bank NTT. Kabupaten Malaka menambah modal sebesar Rp5 miliar, Kabupaten Alor Rp3 miliar, dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar.
Selain penyertaan modal dalam bentuk uang, para pemegang saham juga membuka peluang penggunaan aset seperti tanah sebagai bagian dari penambahan modal.
“Penggunaan aset seperti tanah dan sebagainya yang terkait dengan kebutuhan bank juga bisa masuk menjadi bagian dari penambahan modal Bank NTT,” jelasnya.
Menutup keterangannya, para pemegang saham optimistis Bank NTT akan terus berkembang lebih baik ke depan melalui berbagai keputusan strategis yang telah disepakati dalam RUPS tersebut.
“Kami yakin perkembangan Bank NTT akan jauh lebih baik lagi. Tadi juga kami mengecek rencana bisnis dan target keuntungan tahun ini maupun tahun-tahun ke depan,” pungkasnya.***
Penulis: Don Bosko Beding






