KLIKFLOBAMORA.COM — Ditengah keadaanya yang sedang sakit, Bupati Kabupaten Alor Iskandar Lakamau, dikabarkan mengunjungi rumah seorang perempuan yang diduga bukan istrinya pada malam hari tanggal 07 Februari 2026.
Akibat peristiwa kunjungan malam hari tersebut, tersiar kabar telah menyulut keributan yang berujung pada adanya laporan ke Polres Alor oleh perempuan yang dikunjunginya.
Aktivis Kabupaten Alor, Lomboan Djhamou dalam keterangan resminya kepada media mengaku ia memperoleh informasi tentang kejadian tersebut dari nara sumber terpercaya.
“Informasi yang saya terima menyebutkan bahwa dugaan Bupati Alor mendatangi rumah seorang perempuan yang bukan istrinya memicu kemarahan anak-anaknya, sehingga terjadi keributan dan rumah perempuan tersebut mengalami kerusakan,” ungkap Lamboan, dikutip dari fkknews.com.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, situasi di Polres Alor sempat memanas sebelum akhirnya dilakukan mediasi oleh sejumlah pihak, termasuk seorang mantan ajudan Bupati.
Lomboan menduga laporan tersebut kemudian dicabut setelah dilakukan perundingan, sehingga sebagai masyarakat Kabupaten Alor, Lomboan menyayangkan peristiwa tersebut karena mencoreng moralitas dan keteladanan seorang kepala daerah.
Ia juga menyinggung kondisi Bupati Kabupaten Alor yang sebelumnya dikabarkan sakit dan selama ini terus didoakan oleh masyarakatnya.
“Besok hari Minggu orang pergi ke gereja. Kalau perilaku pimpinan seperti ini, apa yang mau dicontohkan? Informasi yang beredar selama ini masyarakat mendoakan Bupati karena sakit, tapi kalau benar kejadian ini, tentu sangat disesalkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Lomboan juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang anak muda yang mengantarkan Bupati ke rumah perempuan tersebut. Ia menilai peristiwa ini sangat memalukan dan dapat berdampak buruk terhadap citra pemerintahan daerah.
“Ini kepala daerah, bukan masyarakat biasa. Kalau benar, ini perbuatan tercela. Saya harap DPRD Kabupaten Alor dapat mengawasi dan menindaklanjuti persoalan ini, bahkan bila perlu menggunakan hak angket,” tegasnya.
Awak media juga mendatangi Polres Alor pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.30 WITA. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pihak terlihat berada di dalam ruangan untuk memberikan keterangan.
Sementara itu, informasi yang dihimpun di Polres Alor menyebutkan bahwa para pihak yang terlibat telah dilakukan mediasi dan permasalahan tersebut dinyatakan selesai secara damai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Alor terkait dugaan peristiwa tersebut. ***
Penulis: Don Bosko Beding






