KLIKFLOBAMORA.COM – Rasa-rasanya tidak lebih jika kita katakan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Juru Selamat bagi masyarakatnya. Ya, Gubernur Melki Laka Lena seperti menjadi berkat bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dibawah nahkodanya, kunjungan dari pusat ke berbagai wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur datang tak ada henti-hentinya.

Slogan Ayo Bangun NTT yang selalu digaungkannya terdengar sampai ke seberang jauh. Tidak hanya sebatas di Istana Negara saja, atau di senayan tempat wakil-wakil rakyat menanti bongkahan rupiah mencair, atau di kantor-kantor mewah tempat para pembantu presiden menyusun program-program kerjanya, tetapi lebih jauh hingga melintasi samudra raya dan terdengar sampai di belahan dunia barat.

Dampaknya spirit Ayo Bangun NTT mendapat atensi positif yang menggerakan belas kasih dan rasa kemanusian untuk memberi perhatian lebih kepada Provinsi yang dulunya sering dikata ‘Nanti Tuhan Tolong’ (NTT), sebuah anekdot yang mencerminkan sikap pesimis, pasrah, malas, dan tidak memiliki spirit membangun NTT.

Sebulan dua bulan belakangan ini, NTT dibanjiri kunjungan pemerintah pusat serta konsultan asing yang seperti menjawab berbagai asa yang lama sebatas frasa hingga mati di kandung badan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Mereka datang memberi secercah harapan, membangkitkan semangat menuju NTT yang mandiri, NTT yang maju, dan NTT yang berdaya saing dengan Provinsi lainnya.

Kementrian Pertanian datang memberi solusi tentang keluh kesah petani-petani NTT yang bercocok tanam di atas ladang tandus di bawah langit telanjang; ditengah mahalnya harga pupuk dan distribusi yang tidak menyentuh ladang di pelosok Nusa Flobamorata.

Lalu datang juga Kementrian Kelautan dan Perikanan yang memberi solusi akan kelangkahan garam di NTT yang sejatinya berada di tengah luas dan birunya lautan yang membentang dari Lembata hingga Rote.

Begitupun Kementrian Perindustrian dan Perdagangan datang memberi solusi bagi para pelaku pembuat aneka produk hasil olahan di rumah, yang bahannya dari kebun pun dari laut, yang tertumpuk membusuk di atas produk-produk impor yang meraja di pasar lokal.

Satu per satu benang kusut pembangunan di NTT terurai oleh spirit Ayo Bangun NTT yang selalu Melki gaungkan. Patut kita puji kemampuan diplomasi, negosiasi, dan jaringan dari Gubernur NTT yang belum genap setahun menjabat sebagai Gubernur NTT tetapi telah memberi alarm pembangunan yang benar di tengah efisiensi anggaran belanja dan modal di seluruh Indonesia.

Melki mulai membuktikan bahwa kata yang dulunya sering dia ucap sebelum pemilihan Gubernur dan awal menjabat sebagai Gubernur, yakin kata ‘Hallo Pak/Ibu Menteri’, bukan sekadar kata pemanis belaka. Dia mampu merealisasikannya, mendatangkan mereka, mendengar langsung keluh kesulitan masyarakat NTT, sekaligus memberi jawaban dengan solusi yang nyata.

Melki mampu menghadirkan sebuah perubahan yang menurut banyak orang itu hanya sebatas mimpi. Kemampuannya dalam berorganisasi, tata kelola manajemen yang baik, dan visioner ala Bung Karno telah membangunkan NTT dari mimpi panjang tentang perubahan yang nyata. Mumpung, Melki searah dan tegak lurus dengan penguasa di pusat, sehingga NTT masuk prioritas pembangunan nasional.

Semua sektor mulai bergerak, pelan tetapi pasti, menuju ke arah yang lebih baik dan lebih baik lagi serta tentu pada suatu waktu mampu memberi dampak positif berupa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur tanpa kecuali.

Namun, terlepas dari semua catatan manis gebrakan Gubernur Nusa Tenggara Timur itu, perlu kita ingat janji Gubernur Melki untuk ‘segera’ menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2024 pada tanggal 23/5/2025 yang lalu.

Sudah sejauh mana kata ‘segera’ terealisasi? Sudah berapa kepala OPD yang mengembalikan kerugian uang negara yang mencapai  ‘± Rp3M’ itu? Apakah ada tindakan tegas sebagai pemimpin (gubernur) yang bijak dan bertanggung jawab, memaksa para kepala OPD terkait mengembalikan kerugian uang negara, atau justru sekadar hanya mau ‘main aman’, menghimbau sambil menunggu konsekuensi hukum terhadap kepala-kepala OPD terkait?

Di akhir catatan Red Aksi bukan Redaksi, saya mengajak para pembaca untuk mendoakan, semoga Gubernur Melki mampu memenuhi janji-janji yang dia ucapkan dan terus semangat membangun NTT yang kita cintai demi kesejahteraan masyarakat NTT.

Ayo Bangun NTT! Wassalam.

Hormat Saya,

Red Aksi bukan Redaksi

Penulis: Don Bosko Beding

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan